Pekalongan — Keluarga Ahmad Mughni Sodik (25) akhirnya angkat bicara setelah memastikan bahwa jenazah yang ditemukan di sumur Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, adalah anaknya.
Ayah korban, Nasrohin, warga Desa Pagumenganmas, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, mengungkapkan bahwa anak bungsunya itu sudah menghilang sejak tiga minggu lalu.
"Pergi sejak tiga minggu yang lalu. Sudah mencari. Pamit sama kakaknya hanya mau jalan begitu saja. Dapat kabar dari desa, katanya ada penemuan mayat dalam sumur. Pakai kaos maskol," ujarnya di rumah, Minggu, 10 Agustus 2025.
Ia memastikan identitas korban melalui ciri gigi, kaos yang dikenakan, sandal, dan sarung yang masih melekat pada tubuh korban saat ditemukan.
Berdasarkan informasi yang diterima, anaknya diduga menjadi korban pembegalan di jalan.
"Yang hilang motor sama HP, uang tidak tahu. Ya bukan teman pelakunya, orang luar," katanya.
Nasrohin menggambarkan anaknya sebagai sosok pendiam yang sehari-hari bekerja menjahit di rumah.
"Kerja jahit. Jahit di rumah, masih bujang. Semoga dijelaskan secara hukum, dihukum seberat-beratnya," tegasnya.
Kakak pertama korban, Baitul Khasanah, mengungkapkan bahwa adiknya sudah dikebumikan pada pukul 06.00 pagi.
Ahmad Mughni Sodik adalah anak bungsu dari tiga bersaudara.
Setiap hari ia biasa mengambil bahan jahitan di rumah kakaknya sebelum mulai bekerja.
Menurut Khasanah, adiknya pamit pada Kamis malam menjelang Jumat, 17 Juli 2025.
"Sudah berusaha mencari ke rumah temannya, kata temannya tidak tahu. Facebook dan HP sudah mati sejak malam itu," tuturnya.
Ia meminta pelaku pembunuhan adiknya dihukum setimpal dengan perbuatannya.
"Saya meminta pelaku dihukum setimpal. Dihukum setimpal pokoknya," tegasnya.
Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian, yang sebelumnya menemukan jenazah korban di sumur sedalam 20 meter di Wonotunggal, Batang.
Polisi menduga korban sudah berada di sumur tersebut selama kurang lebih tiga minggu sebelum ditemukan warga.
Pihak kepolisian kini mengumpulkan bukti dan melakukan pemeriksaan saksi untuk mengungkap pelaku pembunuhan.
Sebelumnya, Usai geger penemuan mayat di sumur, keluarga asal Desa Pagumenganmas, Karangdadap, Pekalongan, resmi menjemput jenazah yang diyakini Ahmad Mughni Sodik, pemuda 25 tahun, di RSUD Kalisari Batang.
Penjemputan dilakukan pukul 06.00 WIB dengan didampingi Kepala Desa Pagumenganmas, Istadi, yang juga dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
Istadi menegaskan, keluarga mendesak polisi mengungkap seluruh fakta di balik kematian Ahmad.
Menurutnya, ada sejumlah kejanggalan yang tidak bisa diabaikan, termasuk hilangnya telepon genggam dan sepeda motor Honda Vario hitam milik korban.
“Kami minta polisi mengungkap semua fakta. Ada hal janggal, seperti HP dan motor korban yang ikut hilang sejak dia menghilang,” ujar Istadi, Minggu 8 Agustus 2025.
Kapolres Batang, AKBP Edi Rahmat Mulyana, melalui Kasat Reskrim AKP Imam Muhtadi, memastikan kasus ini mengandung dugaan unsur pidana.
Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan mengamankan barang bukti untuk menguatkan proses penyelidikan.
“Kami pastikan akan menyelesaikan kasus ini secara maksimal. Mohon waktu dan doa restu agar segera terungkap,” kata Imam.