Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Dekranasda Batang Genjot Pelestarian Batik Rifaiyah, Bidik Kota Tourism

Jajaran pengurus Dekranasda Kabupaten Batang

BATANG — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Batang menggodok konsep Kota Tourism. Pertemuan itu digawangi Ketua Dekranasda Batang, Faelasufa Faiz, saat memimpin pertemuan pengurus di Kafe Romansa Space.


“Selain menjadi kota industri, Kabupaten Batang juga ingin menjadi Kota Tourism. Kota industri sudah terbukti dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, sedangkan untuk Kota Tourism, kita perlu menarik wisatawan, salah satunya dengan nilai jual Batik Batang,” ujar Faelasufa dalam keterangannya, Kamis 11 September 2025.


Menurutnya, Batang memiliki warisan batik khas yang bernilai tinggi, di antaranya Batik Rifaiyah, Batik Pardi, dan Batik Gringsing.


Namun, tren batik di era digital justru dikhawatirkan meredup karena kurang menarik perhatian generasi muda.


“Batik Rifaiyah dulunya punya 24 motif, sekarang tinggal 16 saja. Kalau tidak kita selamatkan, bukan tidak mungkin batik khas Batang akan hilang,” tegas Faelasufa. Dekranasda Batang bersama dinas terkait menyusun beberapa strategi pelestarian.


Pertama, berkolaborasi dengan Disperpuska untuk mendokumentasikan motif Batik Rifaiyah, bukan hanya dalam bentuk foto, tetapi menyalin motif ke kain minyak dengan resolusi 1:1.


Kedua, menggandeng Disperindagkop untuk mematenkan tinta warna alam milik Batik Pardi. Selain itu, tim ekonomi kreatif juga tengah menyiapkan inovasi kemasan agar batik Batang lebih menjual dan mampu bersaing di pasar modern.

“Tahun ini Batik Batang akan tampil di pameran Inacraft. Kami juga akan mengadakan lomba mewarnai dan membuat desain motif batik untuk menarik minat generasi muda,” jelas Faelasufa.


Lebih jauh, Dekranasda Batang menargetkan bisa unjuk gigi di ajang Jakarta Fashion Week 2026, dengan mengajak Dekranasda Provinsi Jateng serta kabupaten/kota lain untuk memamerkan potensi batik dan kerajinan.


Sementara itu, salah satu pengurus Dekranasda, Sapto, menyebutkan perlunya inovasi agar batik Batang lebih terjangkau.


“Batik khas Batang harganya relatif mahal. Karena itu perlu dibuat versi printing, agar banyak yang membeli dan memakai. Dengan begitu, batik bisa masuk ke semua kalangan,” ujarnya.


Faelasufa menekankan, pelestarian batik bukan sekadar menjaga warisan budaya, melainkan juga strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Batang.


“Kami berharap Batik Batang tetap eksis, menjadi kebanggaan daerah, sekaligus penguat branding Kabupaten Batang sebagai Kota Tourism,” pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube