BATANG — Bupati Batang, M Faiz Kurniawan, melakukan perombakan besar-besaran di jajaran Pemerintah Kabupaten Batang. Sebanyak 98 kursi jabatan dirombak, terdiri atas 5 kursi eselon II, 38 kursi eselon III, dan 55 kursi eselon IV.
Langkah ini disebut Faiz sebagai bagian dari penyegaran organisasi dan upaya meningkatkan kinerja birokrasi di Batang.
“Kita sudah seobjektif mungkin, contohnya Direktur RSUD Limpung yang dipilih dari kepala puskesmas yang tingkat Cek Kesehatan Gratisnya terbaik,” tegas Faiz, Rabu 3 September 2025.
Lima pejabat baru di eselon II resmi dilantik, yakni Triossy Junianto sebagai Sekretaris DPRD Kabupaten Batang yang sebelumnya Kepala Diskominfo.
Windu Suryadji sebagai Kepala Kesbangpol Batang yang sebelumnya kepala Dinas Kelautan dan Perikanan..
Rusmanto sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang sebelumnya Kepala Dispermades.
Handy Hakim sebagai Kepala Dispermades Batang yang sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup
Agung Wisnu Bharata sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Kesbangpol
Meski begitu, sejumlah kursi strategis di eselon II masih kosong, antara lain Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Diskominfo, Kepala DP3AP2KB, Kepala Inspektorat, Kepala DPUPR, Kepala DPRKP, Satpol PP, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.
Faiz menjelaskan, jabatan yang masih kosong akan diisi setelah melalui proses seleksi yang ketat.
“Untuk kursi kosong, prosesnya tetap berjalan, dan semoga tahun ini bisa selesai,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pengisian jabatan bukan sekadar formalitas, tetapi harus melalui pertimbangan prestasi dan rekam jejak yang jelas.
Selain soal rotasi jabatan, Bupati juga menyinggung pentingnya etika pejabat publik dalam bermedia sosial.
Menurutnya, setiap Kepala OPD harus menggunakan akun media sosial pribadi untuk menyampaikan kinerja dan program yang sudah dilakukan.
“Kita imbau agar akun medsos dipakai untuk menyampaikan apa yang sudah dikerjakan di instansinya masing-masing. Kalau kemudian dipakai flexing, ya itu moral hazard, dan pasti akan ada konsekuensinya,” tegas Faiz.
Ia juga mengingatkan seluruh pejabat agar berhati-hati dalam berucap, karena ucapan bisa melukai hati masyarakat jika tidak dijaga dengan baik.
Perombakan ini diharapkan menjadi momentum perubahan dalam birokrasi Kabupaten Batang.
Faiz menegaskan, jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan tidak boleh disalahgunakan.
“Apapun itu, pejabat harus menjaga integritas. Rotasi ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memperkuat pelayanan publik,” pungkasnya.