Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Bupati Faiz Akan Jemput dan Sekolahkan Dua Anak Batang Korban Penyekapan di Boyolali

Bupati Batang M Faiz Kurniawan.

BATANG — Bupati Batang M. Faiz Kurniawan langsung turun tangan menyikapi kasus penyekapan dua anak asal Kabupaten Batang di Boyolali.


Kedua anak tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan, kaki dirantai dan kelaparan, di rumah seorang warga berinisial SP (65) di Desa Mojo, Kecamatan Andong.


Faiz menegaskan, Pemerintah Kabupaten Batang akan mengambil tindakan cepat dengan menjemput langsung dua anak itu dan memastikan pemulihan kondisi mereka.


"Kami akan melibatkan Dinas Sosial, pihak kepolisian, dan keluarga. Ini akan kami pelajari dulu detailnya, tapi langkah cepat harus dilakukan," ujarnya dalam keterangannya, Senin sore 14 Juli 2025.


Bupati Batang itu juga menyatakan komitmennya memfasilitasi pendidikan bagi dua korban anak Batang yang tidak bersekolah.


"Kalau memang mereka belum sekolah, akan kita masukkan ke sekolah," tegas Faiz.


Dalam pernyataannya, Bupati Faiz Kurniawan mengingatkan masyarakat Kabupaten Batang agar berhati-hati dalam menitipkan anak ke pihak lain, terutama yang tidak memiliki latar belakang jelas.


"Kalau bisa, kita jaga anak kita sendiri. Jangan sembarangan menitipkan anak ke orang yang belum kita kenal dengan baik," katanya.

Kasus dugaan penyekapan ini menyentuh isu sensitif seperti perlindungan anak dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO), yang menurut Faiz, perlu menjadi perhatian semua pihak.


Empat anak laki-laki ditemukan dalam kondisi mengenaskan di rumah SP. Dua anak asal Batang berinisial VMR (6) dan MAF (11), serta dua anak asal Semarang, SAW (14) dan IAR (11).


Kapolres Boyolali AKBP Rosyid Hartanto menjelaskan, anak-anak itu dititipkan dengan dalih pengajaran agama, namun ternyata disiksa, tidak disekolahkan, dan dijadikan pekerja domestik.


"SP bahkan berdalih bahwa merantai anak merupakan metode pengajaran. Tapi kenyataan di lapangan, mereka kelaparan, tidur tanpa alas, dan mengalami trauma," ungkap Rosyid.


Peristiwa ini terungkap setelah MAF, anak berusia 11 tahun asal Batang, nekat keluar rumah SP pada Minggu dini hari untuk mencuri kotak amal karena adiknya kelaparan.


Aksinya mengundang kecurigaan warga Desa Kacangan, yang kemudian mengantarkannya pulang dan menemukan anak-anak lain dalam kondisi terantai dan sangat lemah.


Kepala Desa Mojo, Bagus Muksin, langsung melepas rantai dan melapor ke kepolisian.


"Begitu dilepas rantai, langsung kami beri makan nasi dan telur. Tidak sampai tiga menit langsung habis," ucapnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube