Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Bengkel Kerja Lapas Batang, Warga Binaan Dibekali Cara Ngelas hingga Bikin Roti

Warga Binaan Lapas Batang membuat etalase makanan dengan keterampilan mengelas

BATANG — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Batang tak hanya menjadi tempat menjalani hukuman, tetapi juga ruang pembinaan produktif melalui bengkel kerja. Berbagai unit keterampilan dibuka bagi warga binaan, mulai dari tata boga hingga kerajinan yang tembus pasar ekspor.


Kasubsie Kegiatan Kerja Lapas Batang, Rizal Eka Prasetya Maduraga, menjelaskan bahwa bengkel kerja menjadi wadah penting untuk membekali narapidana dengan keterampilan baru.


“Di sini ada tata boga dengan produk roti J, kerajinan miniatur kapal dan rumah adat, hingga bengkel las," jelasnya, Rabu 27 Agustus 2025.


Tahun ini pihaknya baru menyelesaikan pelatihan mengelas dan mulai membuat gerobak stainless untuk wadah makanan.


Dari konveksi, pihaknya bekerja sama dengan DMA Collection Pekalongan untuk produksi baju koko.


"Ada juga pembuatan serabut kelapa untuk mainan anjing yang sudah dibuat sejak Juli lalu dan akan diekspor ke Swedia dan beberapa negara Eropa,” ungkap Rizal.


Menurutnya, terdapat sekitar 25 bengkel kerja yang aktif di Lapas Batang.

Dari hasil pelatihan, sejumlah narapidana menunjukkan bakat menonjol dan berpeluang melanjutkan keterampilan tersebut setelah bebas.


“Biasanya setelah pelatihan akan terlihat siapa yang cepat menguasai. Mereka yang berprestasi kami dorong untuk melanjutkan agar bisa menjadi bekal usaha mandiri setelah kembali ke masyarakat,” tambahnya.


Salah satu narapidana, Ambon, mengaku mendapatkan manfaat besar dari bengkel kerja. Sebelum masuk Lapas, ia sudah terbiasa mengelas secara otodidak, namun baru di dalam lembaga ini ia mendapat pelatihan resmi.


“Sebelum masuk Lapas memang kerja ngelas, tapi otodidak. Di sini dapat pelatihan resmi, jadi lebih terarah. Harapannya pas keluar bisa bikin usaha las sendiri. Sekarang saya lagi ngerjain etalase untuk tempat makan, mungkin kurang dari seminggu jadi,” ucap Ambon sambil tersenyum.


Program pembinaan kerja ini sejalan dengan misi Lapas Batang untuk menghadirkan sistem pemasyarakatan yang lebih humanis, di mana narapidana diberi kesempatan memperbaiki diri melalui kegiatan produktif.


Dengan adanya unit usaha yang bahkan menembus pasar ekspor, Lapas Batang membuktikan bahwa keterampilan warga binaan dapat memberi nilai tambah bagi ekonomi sekaligus membuka jalan reintegrasi sosial.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube