BATANG — Aula diklat RSUD Kalisari Batang mendadak dipenuhi puluhan pendonor darah pada Rabu 27 Agustus 2025. Kegiatan donor darah itu digelar RSUD Batang dalam rangkaian penutup perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.
Dengan target 80 kantong darah, kegiatan ini diikuti para tenaga medis, staf rumah sakit, dan masyarakat umum.
Nur Fahad dari Unit Donor Darah (UDD) PMI Batang menuturkan bahwa agenda donor darah di RSUD Batang sudah menjadi kegiatan rutin.
“Untuk di RSUD Batang ini targetnya 80 kantong. Ini merupakan agenda rutin yang diadakan komite keperawatan RSUD Batang, kali ini untuk memperingati HUT RI 17 Agustus,” katanya.
Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk berdonor semakin meningkat.
Antusiasme ini membuat stok darah di PMI Batang bukan hanya aman, tetapi bahkan surplus hingga bisa membantu daerah lain.
PMI Batang setiap bulan memproduksi sekitar 1.200 kantong darah.
Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga rumah sakit besar di Batang, yakni RSUD Batang, RS QIM, dan RSUD Limpung.
“Kadang kita bisa kirim 100 kantong ke Kajen, 100 kantong ke Demak. Kondisi kita memang sering surplus, over stock,” jelas Nur Fahad.
Saat ini, stok darah untuk golongan O, B, dan AB berada di level berlebih. Hanya golongan A yang posisinya berada di status aman.
Kesadaran masyarakat berpartisipasi donor darah makin berkembang dari tahun ke tahun.
Sebagai bentuk penghargaan, PMI Batang memberikan piagam khusus kepada pendonor yang sudah menyumbang darah secara rutin.
“Tahun ini, ada 29 pendonor yang mendapat piagam untuk 50 kali donor, dan 110 pendonor menerima piagam untuk 25 kali donor,” ungkap Nur Fahad.
Rekor tertinggi donor darah di Batang dipegang oleh almarhum Bapak Slamet dengan 145 kali donor, disusul Bapak Wahyu Jatmiko dengan 120 kali donor.
Salah satu pendonor rutin, Isniaroh (47), warga Kelurahan Watusalit, mengaku selalu merasa sehat setelah berdonor.
“Saya sudah terbiasa donor. Selain membantu orang lain, darah saya juga selalu dicek, jadi lebih tenang,” ujarnya.
Plt Direktur RSUD Kalisari Batang, dr. Ida Susilaksmi, menyampaikan apresiasi atas partisipasi masyarakat.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat untuk masyarakat. Untuk civitas hospitalia RSUD Batang, ada 75 orang yang ikut, ” katanya.
Ia menjelaskan, kebutuhan darah di RSUD Kalisari Batang pada bulan Juli 2025 mencapai 225 kantong. Permintaan terbesar datang dari pasien penyakit dalam, khususnya penderita talasemia.
Rinciannya: penyakit dalam 160 kantong, bedah 7 kantong, obsgin 22 kantong, dan anak 36 kantong.
Dengan tingginya kebutuhan tersebut, dr. Ida menilai kegiatan donor darah seperti ini sangat penting untuk menjamin ketersediaan darah di rumah sakit.