JEPARA — Agenda sport tourism yakni memggabungkan olahraga dan wisata kini makin populer digelar di Indonesia. Memanfaatkan peluang itu, Kabupaten Jepara pun tertarik menyelenggarakan Turnamen Pencak Silat Dandim Cup 2025.
Kejuaraan pencak silat skala regional ini, menarik minat 600 bela diri dari berbagai daerah untuk merebut tahta juara. Ratusan pendekar silat itu meliputi kategori usia dini 300 atlet, pra-remaja 150 atlet, dan remaja 150 atlet.
Turnamen yang dibuka oleh Bupati Jepara Witiarso Utomo di Gedung Wanita Jepara, berlangsung sejak Senin (10/11/2025) hingga Selasa (12/11/2025).
Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan, dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pejabat dinas terkait, serta ratusan atlet muda dari berbagai daerah.
Ketua IPSI Jepara, Arizal Wahyu Hidayat, menyampaikan, kejuaraan yang dikemas dalam Dandim Cup 2025 ini sebagai ajang pembinaan atlet daerah.
"Kami berharap Dandim Cup bisa menjadi event tahunan di Kabupaten Jepara, bahkan mampu menarik peserta dari luar kota,” ujar Arizal yang juga Wakil Ketua DPRD Jepara ini.
Arizal juga menambahkan, IPSI Jepara terus menunjukkan prestasi membanggakan. Baru-baru ini, dua atlet Jepara berhasil mewakili Jawa Tengah pada ajang O2SN tingkat nasional, serta meraih medali emas dalam PON Bela Diri Remaja.
Sementara itu, Dandim 0719/Jepara Letkol Arm Khoirul Cahyadi menegaskan, kolaborasi antara Kodim dan IPSI dalam penyelenggaraan Dandim Cup bukan hanya soal olahraga, tetapi juga upaya menanamkan nilai patriotisme di momentum Hari Pahlawan.
“Kami ingin Hari Pahlawan menjadi kenangan yang berkesan sekaligus menumbuhkan jiwa semangat juang di kalangan generasi muda,” ungkapnya.
Industri Olahraga dan Wisata
Bupati Jepara Witiarso Utomo mengapresiasi terselenggaranya Dandim Cup 2025. Sebab pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan warisan budaya bangsa yang harus dijaga dan dilestarikan.
“Kita tahu, pencak silat adalah warisan budaya bangsa yang harus dijaga. Melalui kegiatan ini, kita menumbuhkan minat terhadap olahraga tradisional sekaligus menjaga pelestarian seni bela diri pencak silat sebagai bagian dari warisan budaya Jepara dan Indonesia,” tutur Bupati.
Bupati Witiarso menilai Turnamen Dandim Cup memiliki dampak ekonomi positif. Jika dikelola kreatif, turnamen olahraga dapat menjadi daya tarik daerah yang mendorong kunjungan publik, memperkuat industri olahraga, dan mendukung pariwisata lokal.
“Situasi ini pada akhirnya membawa multiplier effect bagi perekonomian Jepara,” pungkasnya.