GROBOGAN — Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Grobogan menggelar pertemuan akhir pekan lalu. Pertemuan itu untuk membahas penertiban pedagang kaki lima (PKL) Jalan Paramedis sekitar Simpanglima Purwodadi, Kabupaten Grobogan.
Plt Kasatpol PP Grobogan, Ruswandi, menekankan perlunya penataan ulang. Menurutnya, kondisi Jalan Paramedis sudah terlalu padat oleh PKL.
Hal itu pun merugikan pengguna jalan karena akses menjadi semakin sempit. "Kami telah menggelar Forum Fasilitasi Penegakan Peraturan Daerah 2025."
"Kami mendorong adanya tambahan zona hijau di Taman Soekarno sekitar Simpanglima Purwodadi agar suasana lebih nyaman untuk pedagang maupun warga,” ujar Ruswandi baru-baru ini.
Staf Ahli Bupati Grobogan dari Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Muchamad Fachrudin, menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama antar instansi. Menurutnya, pembinaan PKL harus berkesinambungan supaya tercipta keteraturan dan rasa keadilan.
"Jika semua instansi merasa memiliki tanggung jawab, maka masyarakat, khususnya PKL, juga akan merasa diperhatikan. Penataan taman menjadi bagian penting agar ruang publik lebih tertata,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Fachrudin meminta seluruh instansi terkait agar mendengar masukan dari PKL maupun pembeli sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan ke depan.
Adapun perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan, Sodik Riyanto menjelaskan, bahwa di Taman Kuliner SimpangLima Purwodadi sebenarnya sudah terdapat 190 lapak. Sayangnya, banyak yang menganggur karena sepi pembeli.
”Taman Kuliner sampai saat ini belum dimanfaatkan maksimal dengan alasan lokasinya dianggap kurang strategis,” jelasnya.
Sodik menambahkan, bahwa OPD bisa menggelar beragam acara di kawasan Taman Kuliner supaya menarik lebih banyak pengunjung. Menurutnya, jika kompleks taman tersebut ramai, maka PKL bakal terdorong pindah ke tempat tersebut.