Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Peringati Hari Wayang Sedunia, Sebelas Dalang Tampil Maraton di Pendopo Kabupaten Grobogan

Seorang dalang menampilkan pertunjukan wayang kulit dalam acara peringatan Hari Wayang Sedunia di Pendopo Kabupaten Grobogan pada Kamis (6/11/2025). (Istimewa)

GROBOGAN — Dalam rangka memperingati Hari Wayang Sedunia, sebelas dalang menampilkan pertunjukan wayang kulit selama 16 jam secara maraton di Pendopo Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada Kamis (6/11/2025) mulai pukul 10.00 WIB.


Tujuh dari sebelas dalang itu diantaranya berstatus pelajar, seperti Ki Muhammad Fernando Rizkyansah, murid kelas 4 SD IT Lukman al-Hakim Purwodadi, Grobogan yang membawakan lakon Anoman Obong.


Lalu, Ki Kenzie Aryazka Verendra Putra dari SD Fastabiq Purwodadi kelas 5 dengan lakon Kongso Leno, Ki Vava Darendra dari SMK 8 Surakarta kelas X dengan lakon Pandu Suwarga, dan Ki Pulung Nata Gumiwang dari SMP N 2 Penawangan kelas IX dengan lakon Babat Wanamarta.


Kemudian, Ki Alvin Febriansah dari SMP N Wirosari kelas VII dengan lakon Semar Mbangun Kahyangan, Ki Vava Damiswara dari SMK N 8 Surakarta kelas IX dengan lakon Dewa Ruci, dan Ki Ahmad Canavaro Heriyanto dari SMK N 8 Surakarta kelas XI dengan lakon Dewa Ruci.

  

Adapun empat dalang lainnya, yakni dua dalang remaja Ki Tangguh Wibowo dari Gundi Godong serta Ki Risang Aji Kameswara dari Kedungjati dengan lakon Alap-Alapan Sukesi. Serta dua dalang senior, yaitu Ki Sriyanto (Dalang Sopo Ngiro) dan Ki Joko Umbaran Purwodadi dengan lakon Bima Mandhito yang tampil mulai dari pukul 20.00 WIB sampai pagi hari sebagai gong pamungkas acara.


Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan (Disporabudpar) Kabupaten Grobogan, Wahono mengatakan bahwa partunjukan sehari semalam tersebut untuk memperingati hari Wayang Sedunia yang ditetapkan oleh UNESCO.


”Ke depan meski menyesuaikan modernasi, tetapi pakem harus selalu dipegang. Maka disitulah adiluhung sendiri,” katanya.


Selain itu, Wahono menambahkan, penampilan dari sebelas dalang dari kalangan pelajar, remaja hingga dewasa itu juga sebagai bentuk regenerasi di dunia dalang, agar pertunjukan wayang kulit terus lestari, berkelanjutan, dan tidak punah oleh zaman.


”Mari kita bersama menjaga budaya wayang kulit dengan bekerjasama Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi). Ajak anak-anak cintai wayang dan budaya dengan mulai berlatih dari sekarang. Wayang Kulit di Grobogan tetap remboko, dan kami pemerintah daerah mendukung penuh,” imbaunya.


Lebih lanjut, Wahono menyampaikan permohonan maaf karena pihaknya belum dapat menggelar lagi pertunjukan Wayang Kulit di Pendopo Kabupaten Grobogan setiap Jumat Kliwon, dampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.


”Kami juga mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya pertunjukan sebelas dalang ini. harapannya mampu membangun budaya serta kesenian di Kabupaten Grobogan,” pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube