GROBOGAN — Kepala Dinas Ketahanan Pangan Daerah (DKPD) Grobogan Suwarno memastikan bahwa penyaluran Beras Bantuan Pangan (BBP) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah telah rampung sepenuhnya. Yakni disalurkan melalui Bulog total sekitar 2.900 ton.
”Sudah selesai, dan diterima sesuai dengan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) tahun 2025 sebanyak 141.739 keluarga penerima manfaat,” ujarnya pada Selasa (19 Agustus 2025).
Suwarno menyampaikan, meski sudah selesai tetapi ada beberapa evaluasi dalam penyalurannya. Antara lain terkait aplikasi perekam data penerima manfaat yang dianggap lambat.
”Penyaluran lancar. Tapi karena aplikasi yang digunakan seluruh Indonesia, rekam datanya agak lambat,” imbuhnya.
Selain itu, Suwarno melanjutkan, ada juga perubahan regulasi. Tahun sebelumnya sistem penyaluran menggunakan transporter pemenang tender, berbeda dengan sekarang.
”Regulasi sistemnya berubah-ubah. Dahulu pakai transporter pemenang ternder, penyaluran tetap melalui Bulog. Tahun ini, harus pakai aplikasi Bulog,” katanya.
Lebih lanjut, Suwarno memaparkan, bantuan dalam program Stabilitasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) itu diberikan menyusul terjadinya lonjakan harga beras di pasaran.
Dalam data DKPD Grobogan, harga beras medium berada di kisaran Rp 13.000-Rp 13.500 per kilogram. Adapun beras premium Rp 14.500-Rp 14.900 per kilogram.