JEPARA —
Program “Bupati Ngantor di Desa” kembali digelar dengan menyasar Desa Kedungcino, Kecamatan Jepara. Agenda ini untuk menyerap aspirasi warga dsa. Serta dukungan nyata terhadap pengembangan ekonomi melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah.
Bupati Jepara Witiarso Utomo didampingi Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, Ketua TP PKK Kabupaten Jepara, Laila Saidah Witiarso, serta perangkat OPD mengawali agenda dengan mengunjungi stand UMKM desa.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati bersama rombongan memborong sekaligus mencicipi berbagai produk lokal yang ditampilkan.
“Ini adalah bentuk apresiasi kami terhadap pelaku UMKM. Produk-produk lokal ini harus kita dukung dan promosikan lebih luas lagi,” ujar Witiarso baru-baru ini.
Usai mengunjungi stand UMKM, Bupati Witiarso melanjutkan agenda dengan sesi serap aspirasi dari masyarakat. Sejumlah usulan disampaikan berbagai elemen masyarakat.
Aspirasi masyarakat yang mencuat mulai dari perbaikan infrastruktur, pembangunan gapura desa, perbaikan fasilitas pendidikan, pemberdayaan UMKM, tambahan kesejahteraan dan BPJS kesehatan untuk RT/RW hingga pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Bupati menyampaikan bahwa agenda ngantor di desa kali ini merupakan yang ke-14 sejak program diluncurkan.
“Hari ini kami bertemu dengan total 16 wilayah, terdiri dari 11 kelurahan dan 5 desa. Aspirasi masyarakat di kota memang cenderung lebih sedikit karena pembangunan sudah relatif merata, fokusnya kini lebih ke pengembangan ekonomi dan perbaikan sarana pendidikan,” jelasnya.
Terkait permintaan warga soal pembangunan gapura desa, Bupati menegaskan pihaknya siap merealisasikan hal tersebut.
“Gapura ini menjadi bagian dari identitas dan kebanggaan warga Desa Kedungcino, maka akan kami tindaklanjuti,” tambahnya.
Pj Sekda yang juga Kepala DPU Jepara Ary Bachtiar juga langsung merespon aspirasi warga terkait pembangunan atau perbaikan infrastruktur jalan, drainase dan irigasi baik primer maupun sekunder. Juga permintaan warga terkait rehabilitasi dan pengerukan Bendung Baru.
"Sudah di ACC Bupati, jadi kita kerjakan sesuai aspirasi warga," paparnya.
Sementara itu, Asisten 3 Sekda Jepara, Aris Setyawan, menjelaskan perkembangan terkait pengelolaan TPA Bandengan. Kini pembangunan TPA masih menunggu jadwal dari Kementerian PUPR. Namun untuk aspek penataan lingkungan, telah dilakukan sesuai petunjuk dari Kementerian Lingkungan Hidup.
“Alhamdulillah, pengelolaan TPA Jepara saat ini dikategorikan baik oleh kementerian. Ini berkat kolaborasi semua pihak,” tuturnya.
Program “Bupati Ngantor di Desa” menjadi salah satu strategi Pemkab Jepara untuk mendekatkan pelayanan, menyerap aspirasi secara langsung, dan memastikan pembangunan merata hingga ke tingkat desa.