JEPARA — Wilayah Kabupaten Jepara memiliki luas baku sawah mencapai 25.640 hektare. Selain itu, sebanyak 58.064 petani juga telah terdaftar dalam Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).
Bahkan sepanjang tahun 2024, produksi padi di Bumi Kartini mencapai 265.325 ton gabah kering giling (GKG). Paparan ini diungkapkan Bupati Jepara, Witiarso Utomo, usai menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) gratis dari Kementerian Pertanian di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Rabu (2/7/2025).
Bantuan hibah alsintan ini diberikan kepada kelompok tani, gabungan kelompok tani (Gapoktan) dan Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA) di Jepara.
“Ini adalah potensi besar yang perlu terus kita dorong. Dengan adanya alsintan ini, kita berharap proses olah tanah, tanam hingga panen bisa lebih cepat dan efisien. Sehingga percepatan musim tanam bisa tercapai, dan hasil pertanian semakin meningkat,” ujar Witiarso.
Witiarso mengapresiasi pihak Kementerian Pertanian melalui program Wakil Menteri Pertanian yang telah memberikan dukungan berupa bantuan ini kepada Pemerintah Kabupaten Jepara.
Witiarso menyebut, bantuan Alsintan kepada 17 Poktan di Jepara merupakan hasil kolaborasi dengan anggota DPRD Jepara Fraksi Gerindra.
Penyerahan hibah alsintan ini, kata Witiarso, merupakan langkah nyata mendukung peningkatan produksi dan produktivitas pertanian. Serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Jepara.
Bupati Witiarso juga mengingatkan bahwa penggunaan hibah alsintan itu, harus dilakukan penuh tanggung jawab oleh para kelompok tani penerima manfaat. Selain itu, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat lainnya.
“Mohon kepada para penerima untuk menjaga, merawat, dan memanfaatkan alat ini sebaik mungkin. Jangan hanya untuk kelompoknya saja, tapi juga untuk kemanfaatan masyarakat sekitar,” pesannya.
Bantuan alsintan sebanyak 17 unit senilai Rp 1,1 miliar itu, diberikan kepada kelompok penerima yang telah memenuhi persyaratan administratif. Bantuan yang disalurkan terdiri dari 13 unit traktor roda dua, 2 unit traktor roda empat, 1 unit pompa air, dan 1 unit combine harvester.
Sementara itu, Anggota DPRD Jepara Fraksi Gerindra Khoirul Anam mengaku siap berkolaborasi dengan Pemkab Jepara agar progam ketahanan pangan di Kota Ukir berjalan maksimal.
Ia optimistis upaya mekanisasi sektor pertanian akan berimbas positif untuk menyokong ketahanan pangan di Jepara bahkan Jateng. Bantuan alsintan juga merupakan langkah konkret pemerintah pusat.
“Jika awalnya dilakukan secara manual dan sekarang pakai mesin, maka mestinya yang semula IP 100 bisa naik jadi 200. Jika semula IP 200 bisa jadi 300 dan seterusnya. Support mekanisasi pertanian ini juga bisa meningkatkan hasil panen, tiap kali panen bisa tembus 1 ton," ujar Anam.
Salah satu penerima bantuan, Ketua Gapoktan Bina Marga Desa Clering, Suwarjan, mengaku bersyukur mendapat bantuan combine harvester MAXXI Bimo 102.
Ia menilai bantuan ini sangat membantu proses panen yang kini tengah memasuki musim tanam kedua.
"Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang kami terima. Ini sangat meringankan pekerjaan kami di sawah, apalagi saat ini sudah mulai musim tanam kedua," ucap Suwarjan.
Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari komitmen Jepara dalam mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, khususnya dalam memperkuat kemandirian bangsa melalui swasembada pangan dan energi.