Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Menelusuri Sejarah Jalur Trem Kolonial Kudus, KAI Daop 4 Semarang Ajak Komunitas Napak Tilas

Puluhan anggota komunitas pecinta kereta api melakukan napak tilas di stasiun Kudus.

KUDUS — Puluhan anggota komunitas pecinta kereta api Indonesian mencoba mengenang kembali kejayaan transportasi kereta api di Kota Kudus. 


PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang menggelar kegiatan napak tilas bertajuk Telusuri Jejak Kereta Api di Kudus, Minggu, 22 Juni 2025. 


Bersama sejumlah komunitas pecinta sejarah dan perkeretaapian seperti Indonesian Railways Preservation Society (IRPS), Kereta Anak Bangsa (KAB), Komunitas Cerita Kudus Kota, serta Lelana Walking Tour, kegiatan ini menyedot perhatian lebih dari 60 peserta dari berbagai kalangan.


Dengan berjalan kaki menyusuri jalur eks lintasan trem sepanjang dua kilometer dari kawasan eks Stasiun Kliwon ke eks Stasiun Kudus di Wergu, para peserta diajak mengingat kembali masa kejayaan jaringan trem kolonial yang pernah menjadi nadi transportasi dan ekonomi Kudus. 


Sisa-sisa jalur rel tua, perangkat persinyalan, bangunan bekas operasional, hingga jembatan besi zaman Belanda masih bisa disaksikan berdiri sebagai saksi bisu perkembangan zaman.


Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menuturkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan sejarah, melainkan bagian dari komitmen KAI untuk melestarikan warisan budaya dan edukasi sejarah perkeretaapian Indonesia, khususnya di wilayah Kudus yang pernah menjadi titik penting jalur trem Jawa Tengah.


"Banyak generasi muda bahkan warga Kudus sendiri belum mengetahui bahwa di sini pernah berdiri stasiun kereta api besar dan jalur trem aktif. Kami ingin menggugah kembali ingatan sejarah itu agar tidak hilang dan bisa dikenang lintas generasi," kata Franoto.


Sejarah kereta api di Kudus erat kaitannya dengan trem milik perusahaan Belanda Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) yang membangun jalur dari Semarang menuju Joana (Juana, Pati) pada akhir abad ke-19. 

Jalur Demak-Kudus dibuka resmi pada 15 Maret 1884, bersamaan dengan pengoperasian Stasiun Kudus pertama yang dikenal sebagai Stasiun Kliwon, terletak dekat Alun-Alun dan Pabrik Gula Rendeng.


Seiring perkembangan, stasiun dipindah ke kawasan Wergu pada 1919 dan dibangun lebih megah dengan kanopi besi dan kaca patri warna-warni. Sayangnya, akibat penurunan jumlah penumpang dan perkembangan moda transportasi lain, seluruh aktivitas kereta api di Kudus berhenti pada 1980an.


Ketua IRPS Korwil Semarang, Bachtiar Yosanto, menekankan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai pengingat peran Kudus dalam sejarah perkeretaapian nasional.


"Kudus pernah menjadi simpul penting transportasi kereta api di Jawa Tengah. Masyarakat harus tahu bahwa ada warisan sejarah luar biasa di kota ini. Ini bisa menjadi bahan edukasi sekaligus potensi wisata sejarah ke depannya," ujar Bachtiar.


Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mengajak masyarakat menjaga dan melestarikan situs-situs sejarah perkeretaapian yang masih tersisa. Upaya ini dinilai sejalan dengan nilai pelestarian warisan budaya serta dapat memperkaya narasi sejarah lokal Kudus.


Di akhir kegiatan, Franoto menegaskan bahwa KAI Daop 4 Semarang berharap kegiatan napak tilas seperti ini bisa terus digelar secara rutin dan kolaboratif.


"Kami ingin kegiatan seperti ini berkelanjutan, melibatkan lebih banyak komunitas, pelajar, hingga pemerintah daerah. Sejarah kereta api bukan hanya milik masa lalu, tapi bisa menjadi inspirasi dan potensi masa depan," pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube