KUDUS — Persoalan stunting atau gangguan tumbuh kembang pada anak anak tidak hanya seputar pemenuhan kebutuhan gizi saja. Namun juga terkait kebersihan lingkungan tempat tinggal yang harus dijaga dengan baik, tentunya agar tidak mudah terserang penyakit.
Karena itu, di Kabupaten Kudus bakal digelar Festival Keluarga Sehat 2025” yang diselenggarakan pada tanggal 15 dan 16 November 2025 di Alun-alun Simpang 7 Kudus.
Tahun ini Festival Keluarga Sehat 2025 mengambil tema “Menang lawan Stunting; Langkah Sehat, Generasi Kuat”.
Sebelum acara puncak festival yang diinisiasi Bakti Sosial Djarum Foundation dan Savoria Group ini, juga digelar serangkaian agenda yang berfokus upaya pencegahan stunting.
Diantaranya memberi edukasi seputar gizi dan ajakan menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.
Salah satu kegiatan pra acara menuju Festival Keluarga Sehat 2025 yakni menyelenggarakan “Belanja Pinter Gizine Bener”.
Agenda ini dikuti 2.500 karyawan dan karyawati bertempat di 4 SKT Djarum, yakni: SKT Sidorekso, SKT Jetak, SKT Megawon Group dan di SKT Karangbener pada Kamis (30/10/2025)
Dalam tantangan unik ini, setiap peserta dibekali uang Rp25 ribu dan diuji ketangkasannya. Peserta harus berbelanja bahan pangan dengan gizi seimbang di pasar tradisional terdekat.
Belanja Penuhi Gizi
Program Belanja Pinter Gizine Bener ini mengedukasi para karyawan dan karyawati Djarum, bahwa langkah sehat dimulai dari isi piring dan belanja yang tepat. Tahapannya meliputi karyawan diminta belanja di pasar terdekat dengan unit kerja setempat.
Hasil belanja para peserta harus memenuhi 5 syarat komponen kebutuhan gizi seimbang. Diantaranya karbohidrat, protein nabati, protein hewani, sayur dan buah-buahan, dan pelengkap atau susu.
Selanjutnya hasil belanja tersebut akan dinilai oleh para penilai gizi yang telah ditunjuk. Apabila para peserta dapat memenuhi 5 syarat komponen di atas, mereka akan dapat tambahan hadiah langsung sembako.
Selain itu, pihak panitia juga memberikan hadiah paket sembako lengkap bagi 3 peserta terbaik. Mereka harus memenuhi kriteria belanja dengan 5 syarat komponen yang ditentukan.
Pertama yakni peserta berhasil menjawab pertanyaan yang diajukan oleh para penilai gizi saat belanjaan diperiksa. Selanjutnya, jumlah uang yang dibutuhkan untuk belanja sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi seimbang.
Selain kegiatan “Belanja Pinter Gizine Bener”, terdapat juga berbagai games berkaitan dengan pola hidup bersih sehat, yaitu: tahapan cuci tangan dan pertanyaan seputar kebutuhan gizi seimbang.
Program Aksi Resik Sehat
Bekerjasama dengan pemerintah desa dan Pemkab Kudus, Bakti Sosial Djarum Foundation dan Savoria Group juga menggelar Aksi Resik Sehat atau SIKAT . Kegiatan ini diikuti 300 peserta dari masyarakat di Desa Klumpit dan Desa Kesambi.
Tujuan dari kegiatan SIKAT adalah mengaktifkan kembali kegiatan gotong royong atau kerja bakti. Yakni untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Kemudian mengajak masyarakat melakukan periksa rutin di posyandu.
Bakti Sosial Djarum Foundation juga memberikan apresiasi kepada 3 orang ibu yang memiliki tumbuh kembang anak terbaik. Kriterianya adalah aktif melaksanakan pemeriksaan dalam 3 bulan terakhir.
Kriteria selanjutnya yakni progres tumbuh kembang anak yang paling baik sesuai grafik dari Kemenkes RI. SIKAT juga mengajak masyarakat aktif bergerak dalam senam sehat keluarga, lomba keluarga sehat, dan lomba masak MPASI.
Menang Melawan Stunting
Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto mengatakan, Festival Keluarga Sehat 2025 tujuannya mengedukasi masyarakat, utamanya Kabupaten Kudus tentang pencegahan dan penanganan stunting.
“Dengan ada banyak kegiatan edukasi gizi dan tempat tinggal yang sehat dalam Festival Keluarga Sehat 2025, kami berharap Kabupaten Kudus dapat menang melawan stunting untuk menuju Generasi Emas 2045,” ujar Achmad Budiharto.
Sementara itu, David Setiadi selaku Senior Manager Bakti Sosial Djarum Foundation menjelaskan, gambaran pelaksanaan Festival Keluarga Sehat 2025 yang bakal digelar. Festival itu berisi banyak kegiatan yang dapat diikuti masyarakat Kudus.
Kegiatan-kegiatan yang digelar, kata David, meliputi edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi para remaja, calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, dan ibu yang mempunyai anak balita.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, imbuh David, ditambah dengan memberikan edukasi dan gambaran tentang lingkungan hunian yang sehat terkait dengan akses sanitasi dan air minum aman.
"Layout pada penyelenggaraan tahun ini juga telah kami desain seperti satu siklus kehidupan, mulai dari apa yang harus dipersiapkan dari remaja hingga menikah dan mempunyai anak agar dapat menghasilkan generasi bebas stunting, " terang David.
David berharap agar semua target sasaran mulai dari remaja, dapat mengetahui hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan sebelum mereka mencapai tahapan kehidupan berikutnya.
Selain itu, ada kegiatan-kegiatan lain yang tidak kalah seru. Seperti jalan keluarga sehat dengan doorprize motor Polytron, kulkas, tv, mesin cuci, dan hadiah lainnya. Juga ada lomba bagi anak-anak dan keluarga, seperti lomba merangkak, lomba mewarnai, lomba induk dan anak ayam, lomba masak MPASI, dan beberapa lomba lainnya.
"Tidak kalah menarik, edukasi terkait stunting akan kami hadirkan dalam bentuk wayang humor yang akan dimainkan oleh Teater Djarum, " pungkas David.