Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Kemen PU Ungkap Banjir di Grobogan Disebabkan Alih Fungsi Lahan

Direktur Sungai dan Pantai Kemen PU Dwi Purwantoro (pertama dari kanan) menyampaikan laporan pada Menteri PU Dody Hanggodo (tengah) ketika meninjau tanggul Kali Buangan 1 yang jebol di Desa Rowosari
Jumat (20 Juni 2025) sore. (Dok. Kemen PU/diswayjateng)

GROBOGAN — Direktur Sungai dan Pantai Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) Dwi Purwantoro mengungkapkan penyebab banjir di wilayah Grobogan.


"Salah satu penyebab kenapa wilayah itu kini mudah banjir karena adanya perubahan fungsi lahan daerah hulu," bebernya saat meninjau tanggul jebol di Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah bersama Menteri PU Dody Hanggodo pada Jumat (20 Juni 2025) sore.


Dwi kemudian menyoroti daerah hulu yang kini banyak ditanami tanaman musiman seperti jagung.


”Di bagian atas, seharusnya ditanami tanaman keras seperti jati, bukan jagung. Kalau jagung, hujan sedikit langsung sedimennya ke sungai. Dulu baik-baik saja. Sekarang, lahan yang semestinya untuk konservasi malah dibuka (untuk tanaman musiman),” jelasnya.

Lebih lanjut, Dwi menjelaskan, Kemen PU belum bisa melakukan normalisasi sungai di kawasan Grobogan, karena saat ini masih fokus menangani Sungai Wulan maupun rob di kawasan Sayung Kabupaten Demak. Ia meminta kepada Pemkab Grobogan untuk mengevaluasi masterplan.


"Arahan Pak Menteri, masterplan-nya ke depan harus dievaluasi total, dari hulu sampai hilir. Normalisasi belum (ada rencana). Sekarang ini fokus di Wulan dan rob Sayung dulu,” ujarnya.


Dalam kunjungan tersebut, Dwi juga mengimbau kepada para petani agar segera melapor jika terjadi kerusakan kepada kades setempat yang nantinya akan diteruskan pada para pemangku kebijakan terkait.


"Kami juga sudah sampaikan kepada petani, kalau ada kerusakan, silakan laporan ke lurah, nanti lurah ke camat, camat ke dinas PU provinsi, kemudian provinsi nanti ke pusat. Karena wilayah kami luas, SDM terbatas, maka harus bersama-sama agar kejadian ini tidak berulang,” pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube