KUDUS — Pemerintah Kabupaten Kudus terus berinovasi dalam mendukung kebijakan nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Program ini tidak hanya difokuskan pada peningkatan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga diarahkan untuk membentuk karakter pelajar yang mandiri dan berorientasi pada masa depan.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan langkah lanjutan dengan menghadirkan program Tabungan Pelajar bagi siswa penerima manfaat MBG.
Melalui inisiatif ini, diharapkan anak-anak tidak hanya memperoleh asupan bergizi, tetapi juga memahami pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia dini.
“Selain memberikan makanan bergizi, kami ingin anak-anak memiliki kebiasaan menabung. Sebagian uang saku mereka bisa disisihkan untuk masa depan melalui program Tabungan Pelajar,” ujar Bupati Sam’ani pada Senin (3/11/2025).
Ia menekankan bahwa membangun literasi finansial harus dimulai dari bangku sekolah.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Kudus akan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SLTA sederajat.
Edukasi Pelajar Berhemat
Menurut Sam'ani, masing masing sekolah bersama guru akan mendampingi siswa penerima MBG dalam membuka rekening tabungan pelajar. Pembukaan rekening melalui bank yang telah direkomendasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Tidak ada kewajiban harus di bank tertentu, asalkan lembaganya sudah terafiliasi dan diakui oleh OJK, " tutur Samani.
Sam'ani menyebut, langkah itu bertujuan agar anak-anak terbiasa menabung dan berhemat. Selain itu, pelajar secara dini memahami pentingnya perencanaan finansial untuk pendidikan mereka ke depan.
Pemerintah Kabupaten Kudus berharap langkah ini mampu meningkatkan kualitas gizi pelajar. Harapan lainnya membentuk generasi sehat, cerdas, dan memiliki kesadaran finansial yang kuat untuk menghadapi masa depan.
Sam'ani menegaskan bahwa pelaksanaan program MBG juga memberikan efek ekonomi yang positif bagi masyarakat lokal.
Bahan makanan seperti telur, ayam, beras, dan sayuran akan dipasok dari petani dan pelaku usaha kecil di wilayah Kudus melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga memperkuat perputaran ekonomi daerah