Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

KAI Peringati Sejarah 158 Tahun Jalur KA Pertama di Indonesia Tanggung–Semarang

Petuga KAI Daop 4 Semarang membersihkan tugu di Stasiun Tanggung Kabupaten Grobogan Jawa Tengah dalam memperingati 158 tahun jalur pertama di Indonesia. (ist)

GROBOGAN — KAI Daop 4 Semarang bersama komunitas pecinta kereta api (KA) dan masyarakat setempat menggelar rangkaian kegiatan memperingati 158 tahun jalur kereta api pertama di Indonesia, yaitu lintas Tanggung–Semarang.


Suasana Stasiun Tanggung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Minggu 10 Agustus 2025 dipenuhi semangat gotong royong.


Berbagai kegiatan dilaksanakan, mulai dari penanaman pohon, pengecatan monumen roda dan sayap, sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, hingga bersih-bersih stasiun dan lingkungan sekitar.


Semua ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan pada jalur bersejarah yang resmi beroperasi pada 10 Agustus 1867.


Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa penanaman pohon dilakukan sebagai simbol kejayaan jalur KA Tanggung–Semarang di masa lalu.


"Jalur ini dulunya menjadi andalan dalam mengangkut hasil bumi menuju pelabuhan, sebelum diekspor menggunakan kapal. Sementara itu, pengecatan monumen, sosialisasi keselamatan, dan kegiatan bersih-bersih adalah bentuk kepedulian kami dalam merawat peninggalan sejarah, sekaligus menciptakan lingkungan perkeretaapian yang bersih, nyaman, dan selamat," ujar Franoto.


Kegiatan ini diikuti 45 peserta dari berbagai elemen masyarakat. Mereka bekerja secara bergotong royong, mencerminkan kekompakan dalam menjaga warisan sejarah bangsa.

"Momen ini tepat di bulan kemerdekaan, sehingga semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sejarah bisa terus kita pupuk. Kami berharap kolaborasi KAI, komunitas, dan masyarakat akan terus berlanjut," tambah Franoto.


Jalur kereta api Tanggung–Semarang dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda melalui Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dan mulai beroperasi pada 10 Agustus 1867.


Tujuan utamanya adalah mengangkut hasil bumi dari pedalaman Jawa Tengah, seperti gula, kopi, dan tembakau, menuju pelabuhan di Semarang untuk diekspor ke luar negeri.


Sebagian besar komoditas tersebut berasal dari sistem tanam paksa (Cultuurstelsel) yang diterapkan Belanda kepada rakyat Indonesia pada abad ke-19. Pembangunan jalur ini menjadi tonggak penting perkembangan transportasi rel di Nusantara.


Hingga kini, Stasiun Tanggung tetap berdiri kokoh, menjadi saksi bisu perjalanan panjang sejarah perkeretaapian Indonesia.


Franoto menegaskan, peringatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk menjaga dan melestarikan warisan sejarah bangsa.


"KAI Daop 4 berharap peringatan ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia, tetapi juga mengajak masyarakat untuk terus merawat peninggalan sejarah agar nilai-nilainya tetap hidup di masa depan," pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube