JEPARA — Tragedi unjuk rasa anarkis yang berujung pembakaran dan penjarahan gedung DPRD Jepara pada 31 Agustus lalu, menjadi bahan evaluasi serius jajaran Kodim 0719 Jepara. Namun aparat Kodim Jepara meyakini bahwa tindakan anarkis tersebut bukan mencerminkan wajah asli pemuda Bumi Kartini.
"Mayoritas generasi muda yang saya kenal santun dan penuh potensi. Karena itu, lewat HUT TNI kami ingin menghadirkan kegiatan positif agar publik melihat pemuda Jepara yang berprestasi,” ujar Dandim 0719/Jepara Letkol Armed Khoirul Cahyadi pada Jumat (19/9).
Penegasan itu diungkapkan Letkol Armed Khoirul Cahyadi, saat agenda siniar (podcast) di studio LPPL Radio Kartini Jepara.
Program interaktif yang digelar Kodim 0719/Jepara ini mengangkat tema “Menyiapkan Pemuda Jepara Menuju Generasi Emas 2045”. Itu dalam momentum peringatan HUT ke-80 TNI dan HUT ke-75 Kodam IV/Diponegoro.
“Peristiwa 31 Agustus di DPRD menjadi evaluasi saya. Saya yakin itu bukan wajah asli pemuda Jepara. Mayoritas generasi muda yang saya kenal santun dan penuh potensi, " ujar Dandim Jepara.
Khoirul menyebut bahwa pemuda Jepara memiliki kreativitas tinggi, sportivitas, serta antusiasme besar terhadap olahraga, khususnya sepak bola.
Namun, ia juga mengingatkan pentingnya membangun karakter kuat agar generasi muda tidak mudah terpengaruh arus informasi media sosial. "Energi pemuda Jepara harus tersalur ke arah positif dan berujung pada prestasi, " cetus Khoirul.
Dandim Khoirul menilai bahwa HUT TNI tahun ini istimewa, karena bertepatan dengan HUT ke-75 Kodam IV/Diponegoro.
Khoirul memaparkan, Kodim Jepara menggelar rangkaian kegiatan dalam sejumlah kluster. Di antaranya aksi sosial, religi, dan kepemudaan. Kegiatan sosial meliputi pembagian sembako dan rehabilitasi rumah tidak layak huni. Sedangkan kegiatan religi berupa pembersihan tempat ibadah lintas agama.
Khoirul mengakui bahwa program kepemudaan menjadi fokus utama, mulai dari lomba baris-berbaris, turnamen bola voli, mini soccer, hingga lomba seni dan olahraga pelajar. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menyalurkan energi generasi muda ke arah positif.
“Melalui HUT TNI kami ingin menghadirkan kegiatan positif agar publik melihat pemuda Jepara yang berprestasi,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Disdikpora Jepara Ali Hidayat menyebut kolaborasi Kodim dengan pemerintah daerah penting untuk menyiapkan generasi emas 2045.
Ia menilai pemuda harus dibekali literasi, numerasi, teknologi, pendidikan karakter, kreativitas, serta kemampuan menjaga kesehatan dan komunikasi yang baik.
Ia menekankan bahwa bonus demografi 2045 akan didominasi usia produktif, sehingga pemuda harus memiliki keseimbangan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan seni.
“Olah pikir, olah hati, olah rasa, olahraga, dan olah seni harus berjalan seimbang,” kata dia.
Di lain sisi, Perwakilan tim juara lomba baris-berbaris, Muhammad Briliansyah Yusuf (16) dari SMA Negeri 1 Jepara, menyebut kegiatan Kodim menumbuhkan semangat sekaligus kebanggaan bagi sekolahnya.
Dia juga mengingatkan pemuda untuk cermat menyaring informasi di media sosial agar terhindar dari hoaks.
Sementara itu, atlet voli Dimas Budi Setiawan menyebut olahraga menjadi batu loncatan bagi masa depan.
Ia berlatih rutin pagi dan sore, serta bertekad melanjutkan prestasi hingga tingkat nasional. Lulusan SMA Donorojo ini juga tengah mempertimbangkan tawaran masuk seleksi prajurit TNI, atau melanjutkan kuliah melalui program Kartu Sarjana Jepara.
Untuk diketahui, Podcast tersebut menghadirkan Kepala Disdikpora Jepara Ali Hidayat, atlet voli Dimas Budi Setiawan, serta perwakilan tim juara lomba baris-berbaris Muhammad Briliansyah Yusuf. Acara dipandu Kepala Diskominfo Jepara Arif Darmawan.