KUDUS — Produk ekonomi kreatif di Kabupaten Kudus sudah selayaknya mendapatkan ruang yang luas, agar lebih dikenal oleh masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Festival Ekonomi Kreatif (Ekraf) tahun 2025.
Penegasan ini diungkapkan Bupati Kudus, Samani Intakoris, saat membuka Festival Ekraf di halaman parkir Balai Jagong Kudus pada Jumat sore (13/6/2025). Pameran ini berlangsung selama tiga hari hingga Senin (16/6/2025).
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris meminta agar produk lokal memiliki ciri khas yang membedakannya dengan produk daerah lain. Sehingga, produk Kudus bisa bersaing dengan produk unggulan lain, baik secara nasional maupun internasional.
“Semua produk di sini menarik, inilah produk karya anak bangsa, kita dorong, kita angkat, kalau belum punya izin akan kita berikan kemudahan, agar bisa bersaing dengan produk lain,” katanya.
Upaya membangkitkan ekonomi kreatif tidak bisa hanya bergantung pada pelaku UMKM semata, tetapi juga perlu dukungan pemerintah melalui pemberdayaan, fasilitasi pameran, hingga pemanfaatan teknologi informasi dan media sosial.
“Semoga dengan adanya acara ini, UMKM semakin semangat untuk terus berkarya dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, Mutrikah menambahkan, ada 17 sub sektor yang masuk dalam Ekonomi Kreatif. Namun, pada kesempatan ini ditampilkan empat sub sektor unggulan Kudus.
“Jadi ada fahion, kerajinan, kuliner dan seni pertunjukan, lalu didukung dengan sub sektor lainnya. Target kami, produk Kudus tidak hanya dikenal di Kudus, Jawa Tengah, atau nasional saja, tapi sampai mancanegara,” tuturnya.
Sedangkan Ketua Komite Ekonomi Kreatif (KEK) Kudus, Valerie Yudistira Pramudya, menyambut baik sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri kreatif dalam menyelenggarakan kegiatan ini.
Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kunjungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif beberapa waktu lalu, yang diharapkan bisa menjadikan Kudus sebagai patron pengembangan ekraf di Jawa Tengah.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa ada 17 subsektor di bawah ekonomi kreatif yang bisa dikembangkan,” ujarnya.
Sekitar 20 tenant terlibat, menampilkan berbagai produk dari subsektor seperti fashion, kriya, kuliner, hingga seni pertunjukan. Valerie menegaskan bahwa ekonomi kreatif saat ini menjadi motor penggerak ekonomi baru di Kudus.
“Pameran ekraf tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih mengenal potensi besar yang ada di sektor ini,” tandasnya.
Untuk diketahui, event ini menghadirkan puluhan stan pelaku ekonomi kreatif (ekraf). Menampilkan beragam produk unggulan khas Kudus, mulai dari fesyen, kuliner, kriya, musik, hingga film.
Festival ini menjadi ajang penting dalam mendorong potensi industri kreatif lokal sekaligus membuka peluang kolaborasi antar pelaku ekraf. Tidak hanya pameran produk kreatif, pengunjung juga akan disuguhi berbagai kegiatan hiburan dan pertunjukan seni yang menarik di panggung utama.
Beberapa agenda yang sayang untuk dilewatkan antara lain Festival musik lokal, Senam aerobik bersama, Fashion show karya desainer lokal, Live cooking demo dari pelaku kuliner kreatif, Hiburan rakyat untuk semua kalangan
Salah satu highlight dari Festival Ekraf 2025 ini adalah malam grand final Pemilihan Mas dan Mbak Duta Wisata Kabupaten Kudus, yang akan berlangsung Sabtu malam, 14 Juni 2025. Momen ini sekaligus menjadi simbol sinergi antara pariwisata dan ekonomi kreatif di Kudus.
“Kami mengkolaborasikan berbagai produk dari 17 subsektor ekraf dalam satu event besar. Ini adalah bentuk dukungan dan pemberdayaan ekonomi kreatif lokal sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Kudus,” ujarnya.
Festival Ekraf ini diharapkan mampu mendorong semangat inovasi pelaku industri kreatif agar produk lokal Kudus bisa bersaing secara nasional bahkan internasional.
Festival Ekraf 2025 di Kudus adalah kesempatan emas untuk mengenal lebih dekat potensi kreatif daerah, mendukung UMKM lokal, dan menikmati hiburan berkualitas bersama keluarga.