GROBOGAN — Kementerian Sosial (Kemensos) mendukung penuh pendirian Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pernyataan itu disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah saat menerima kunjungan dari Bupati Grobogan Setyo Hadi.
“Semua usulan sudah kami catat. Nanti kami tindaklanjuti. Kami bantu semua,” katanya di hadapan Bupati Grobogan beserta rombongan baru-baru ini.
Gus Ipul, sapaan akrab Mensos, menjelaskan, bahwa SR adalah program gagasan Presiden Prabowo Subianto yang menjadi model untuk pengentasan kemiskinan terpadu.
Lebih lanjut, Gus Ipul menyebutkan, program ini tidak hanya pendidikan gratis bagi anak-anak keluarga pra sejahtera dari desil 1 dan 2. Tetapi program ini juga meliputi layanan kesehatan, perbaikan gizi, pembangunan rumah, keanggotaan koperasi orangtua, dan jaminan sosial keluarga.
“Sekolah Rakyat ini miniatur pengentasan kemiskinan terpadu. Anak bersekolah, orangtua diberdayakan, rumah diperbaiki, dan keluarga didaftarkan penerima PBI. Seluruhnya satu paket. Jalannya harus berbarengan,” terangnya.
Gus Ipul menambahkan, keberhasilan program akan bergantung pada keselarasan data dan pemberdayaan.
“Bansos itu hanya awal. Setelah itu, harus ada pemberdayaan. Saya minta daerah mempelajari model-model pemberdayaan agar KPM bisa naik desil dari waktu ke waktu,” imbuhnya.
Dalam audiensi bersama Mensos di Kantor Kemensos RI Jakarta itu, Bupati Setyo Hadi menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan memastikan kesiapan untuk mendukung pendirian Sekolah Rakyat.
“Kami telah melengkapi berkas administrasi pembangunan Sekolah Rakyat serta menyiapkan lahan di Kelurahan Kalongan, Kecamatan Purwodadi, seluas kurang lebih 70.140 meter persegi,” jelasnya.
Turut hadir bersama Bupati Setyo Hadi, Sekda Grobogan Anang Armunanto dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Grobogan. Indri Agus Velawati.
Audiensi ini juga diikuti oleh kepala daerah lainnya, antara lain Wali Kota Kupang Christian Widodo, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, dan Bupati Labuhan Batu Maya Hasmita.