GROBOGAN — Beredar pesan berantai melalui whatsapp yang menyebutkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Grobogan berhenti operasional. Alasannya, karena belum ada pencairan dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
”Selamat malam, Bapak/Ibu sekalian. Saya harus menyampaikan dengan berat bahwa mulai pekan depan SPPG akan berhenti operasional dikarenakan belum adanya pencairan dana dari BGN pusat sampai dengan waktu yang belum pasti.
Harapannya secepat mungkin akan kembali beroperasi serta bisa memberikan pelayanan MBG dengan semakin maksimal. Terima kasih dan mohon maklum.”
Dari informasi yang diperoleh diswayjateng.com, pesan tersebut bersumber dari SPPG 032, yang menempati salah satu bangunan milik Kodim 0717/Grobogan di Dusun Pucang, Kelurahan/Kecamatan Grobogan. SPPG 032 ini merupakan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pertama kali beroperasi di wilayah Grobogan.
Kepala SPPG 032 Kabupaten Grobogan Dyon Novan Perwira membenarkan terkait pesan whatsapp berantai tersebut. Ia menyebutkan bahwa dapur MBG yang telah dinahkodadinya dan beroperasi perdana sejak 17 Februari 2025 lalu akan berhenti beroperasi sampai waktu yang belum bisa ditentukan.
“Betul, per hari ini berhenti operasi,” katanya saat dikonfirmasi diswayjateng.com melalui sambungan telepon, pada Senin (6 Oktober 2025) pagi.
Dyon, panggilan akrabnya, juga membenarkan penghentian operasional tersebut karena pihaknya belum menerima pembayaran dari BGN, yang bertanggungjawab terhadap keberlangsungan seluruh dapur MBG yang dikelola oleh SPPG di seluruh Indonensia, salah satunya SPPG 032 Kabupaten Grobogan.
“Sudah dua pekan,” imbuhnya menjelaskan mengenai keterlambatan BGN Pusat dalam membayarkan biaya operasional untuk SPPG 032 Kabupaten Grobogan.
Sementara itu, Perwira Seksi Tertitorial (Pasiter) Kodim 0717/Grobogan, Kapten Inf Moh Jumar, juga mengonfirmasi terkait penghentian operasional dapur MBG yang dikelola SPPG 032 Kabupaten Grobogan. Namun, ia menyatakan tidak mengetahui secara pasti penyebabnya.
”Infonya seperti itu,” katanya.
Diswayjateng.com juga sudah menghubungi BGN Pusat, namun hingga berita ini ditulis belum memperoleh jawaban.