Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Bupati Kudus Obral Duit Gratis Rp1, 25 Miliar, Ratusan PKL dan UMKM Kecipratan Rezeki Nomplok

Bupati Samani menyerahkan bantuan modal cuma cuma kepada ratusan PKL dan UMKM.

KUDUSPerasaan gembira dan senyum sumringah tergambar jelas di wajah ratusan warga Kudus pada Senin pagi (17/11/2025). Sebab mereka mendapat percikan rezeki dari Bupati Kudus Samani Intakoris.


Tak tanggung tanggung, Bupati Samani bagi bagi uang tunai senilai Rp1,25 miliar. Bantuan modal usaha itu dibagikan kepada ratusan para pedagang kaki lima dan pengembangan usaha mikro.


Program Bupati Samani bagi bagi uang tunai itu merupakan program unggulan Pemkab Kudus, berupa hibah bagi ekonomi kreatif dialokasikan sebesar Rp375 juta.


Sedangkan untuk pengembangan usaha mikro Rp500 juta, serta bantuan bagi PKL senilai Rp375

Penyaluran hibah modal usaha kepada 50 kelompok pelaku usaha dengan total 325 penerima.


Penyerahan modal dilakukan Bupati Samani di gedung Tenis Indoor Pemkab Kudus.

Bantuan modal ini menjadi salah satu upaya Pemkab Kudus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan.


Kelompok penerima hibah modal tersebar di Kecamatan Dawe, Kaliwungu, Jati, Jekulo, dan Kecamatan Gebog.

Bupati Sam’ani Intakoris menegaskan, bantuan tersebut diharapkan menjadi pemantik agar usaha para penerima manfaat semakin berkembang.


“Bantuan ini harus dimanfaatkan betul-betul untuk usaha. Jangan sampai hilang ketika sudah diterima. Kami ingin panjenengan semakin berdaya dan usahanya naik kelas,” ujar Samani saat menyerahkan hibah kepada para penerima.


Menurut Samani, hibah yang bersumber dari APBD 2025 itu bukan sekadar stimulus sesaat saja. Namun bagian dari kebijakan Pemkab Kudus memperluas pemberdayaan ekonomi informal, khususnya sektor kuliner, PKL, UMKM, dan ekonomi kreatif.


“Kelompok harus kompak. Modal ini adalah amanah yang penggunaannya harus dipertanggungjawabkan dengan baik,” punya Samani.


Pemkab Kudus berharap melalui program hibah tersebut, tingkat kesejahteraan pelaku usaha mikro meningkat dan aktivitas ekonomi masyarakat semakin menggeliat.


“Kami ingin usaha panjenengan tidak hanya bertahan, tapi berkembang. Kalau semua kompak, kesejahteraan akan mengikuti,” tukas Samani. 

PKL dan UMKM Terima 5 Juta

Pemkab Kudus memperluas pemberdayaan ekonomi khususnya sektor kuliner PKL UMKM dan ekonomi kreatif.

Sementara itu, Asisten 1 Bidang Perekonomian Setda yang juga Plh Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Djatmiko Muhardi Setiyanto menjelaskan, jumlah penerima pada tahun ini ada 50 kelompok dengan 325 anggota yang menerima hibah dari pemerintah daerah.


Dihadapan bupati dan para pedagang peserta, Djatmiko menyebut bahwa penyaluran hibah tahun ini merupakan lanjutan dari program pemberdayaan usaha mikro yang telah dijalankan beberapa tahun terakhir.


“Kami melakukan verifikasi mulai dari kelayakan kelompok, kegiatan usaha, hingga rencana pemanfaatan hibah. Harapannya hibah ini benar-benar menjadi pendorong pertumbuhan usaha masyarakat,” katanya.


Djatmiko merinci kelompok penerima hibah secara lebih detail. Pada sektor kuliner tercatat 18 kelompok dengan 122 anggota, terdiri atas pedagang jajanan pasar, warung makan, pedagang minuman, dan sentra kuliner kecamatan.


Selanjutnya sektor PKL dan pedagang harian mencakup 14 kelompok dengan 96 anggota, mulai dari PKL kawasan Simpang 7, sekitar terminal, kawasan pendidikan, hingga PKL di wilayah kecamatan.


Adapun sektor UMKM tercatat sebanyak 12 kelompok dengan total 71 anggota, meliputi pelaku usaha makanan kemasan, kerajinan, konveksi, serta produsen bahan baku rumahan.


Sementara sektor ekonomi kreatif mendapatkan alokasi untuk 6 kelompok dengan 36 anggota, seperti kreator desain, percetakan, konten kreator, hingga komunitas jasa dekorasi.


Dengan komposisi tersebut, imbuh Djatmiko, bantuan hibah rata-rata sebesar Rp 25 juta per kelompok. Besaran hibah ini dihitung agar kelompok bisa menjalankan rencana usaha yang telah mereka ajukan, bukan hanya untuk menambah modal kecil-kecilan saja.


Di lain sisi, para penerima manfaat bantuan modal mengaku terbantu. Sebab dana tersebut dapat digunakan untuk pengembangan usaha, pembelian peralatan, atau peningkatan kapasitas produksi.


Bahkan sejumlah pedagang kuliner menyampaikan bahwa bantuan itu dipakai untuk memperbaiki perangkat masak dan menambah stok bahan.


Salah satu penerima manfaat, Edi Ngatmono (42) dari Kelompok Gondosari, mengungkapkan rasa syukurnya setelah kelompoknya menerima hibah sebesar Rp25 juta.


Edi mengaku bahwa hibah modal tersebut segera dibagi merata kepada lima anggotanya. Nantinya masing-masing memperoleh tambahan modal Rp5 juta. 


“Saya telah berjualan selama empat hingga lima tahun di utara Pabrik Sukun Gondosari, dan siap memanfaatkan hibah ini untuk menambah stok barang di warung. Semoga tambah maju lagi dengan tambahan modal ini,” tuturnya.