KUDUS — Cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Kabupaten Kudus terus menunjukkan perkembangan positif.
Hingga 1 November 2025, jumlah peserta aktif telah mencapai 99,32 persen, atau setara 874.842 jiwa.
Meski demikian, BPJS menyebut masih terdapat sekitar 6.016 jiwa yang belum terdaftar. Kemudian 139.649 peserta berstatus nonaktif.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Heni Riswanti mengatakan, capaian tinggi ini menjadi bukti meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kesehatan.
"Namun komitmen BPJS Kesehatan tak berhenti pada angka kepesertaan semata, melainkan juga pada peningkatan kualitas layanan," ujar Heni.
Menurut Heni, BPJS Kesehatan terus mengimplementasikan Tata Nilai Inisiatif yang mencakup integritas, kolaborasi, pelayanan prima dan inovatif.
“Untuk menghadirkan layanan yang berkualitas kepada peserta, BPJS Kesehatan berkomitmen melaksanakan tata nilai Inisiatif, " terang Heni.
Heni menjelaskan, integritas berarti jujur, disiplin dan bertanggung jawab. Untuk kolaborasi berarti membangun sinergi.
"Sedangkan pelayanan prima diwujudkan dengan sikap empati dan responsif. Serta inovatif dengan pola pikir terbuka," imbuh Heni.
Dari sisi layanan fasilitas kesehatan, kata Heni, Kudus telah didukung 140 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Meliputi 19 puskesmas, 27 klinik pratama, 70 dokter umum, dan 24 dokter gigi.
Heni menambahkan, di wilayah Kabupaten Kudus terdapat 10 rumah sakit, serta 11 fasilitas penunjang yang meliputi 2 optik, 4 laboratorium dan 5 apotek.
Program Skrinning 14 Penyakit
Tak hanya itu, BPJS Kesehatan juga memperkuat deteksi dini melalui Skrining Riwayat Kesehatan dan Skrining Kesehatan Tertentu.
"Program Skrinning yang berjalan sejak 14 Desember 2024 tersebut diperuntukkan untuk 14 jenis penyakit," terang Heni saat agenda Media Gathering di Hotel @HOM Kudus, Selasa (25/11/2025).
Heni memaparkan, 14 jenis penyakit meliputi kanker serviks, payudara, paru dan usus; hipotiroid kongenital, anemia, hepatitis, PPOK hingga diabetes. Selain itu, hipertensi, stroke, penyakit jantung, dan TBC. Program ini telah berjalan sejak 14 Desember 2024.
Heni menambahkan, skrining tersebut turut mendukung kebijakan pemerintah dalam program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).
“Pelaksanaan skrining kesehatan dilakukan secara selektif untuk mendeteksi risiko penyakit sedini mungkin agar dampak lanjutannya bisa dicegah,” tegasnya.
Dengan cakupan ini, sambung Heni, BPJS Kesehatan Kudus berharap masyarakat semakin aktif memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk menjaga kualitas hidupnya.