Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Banyak UMKM Terjerat BI Cheking, Bank Jateng Kudus Tawarkan Solusi Cerdas

KUR - Penyaluran KUR Bank Jateng ke UMKM Kudus lampaui target

KUDUS — Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan Bank Jateng kepada UMKM di Kabupaten Kudus melampaui target tahunan yang dipatok sekitar Rp70 miliar. Peminat kredit lunak berasal dari pelaku UMKM sektor usaha mikro seperti warung, konveksi dan perdagangan kelontong.

 

Penyaluran KUR melalui Bank Jateng Cabang Kudus sejak Januari hingga 22 Juli 2025 tercatat sebesar Rp77,449 miliar. Plafon pinjaman paling laris berada di kisaran Rp100-300 juta.

 

“Penyaluran KUR tersebut melalui tiga unit kerja, yakni Bank Jateng Cabang Kudus di Jalan Sudirman, Unit Jati, dan Unit Prambatan,” ujar Pemimpin Cabang Bank Jateng Kudus, Risdiyanto pada Rabu 23 Juli 2025.

 

Dari ribuan nasabah KUR yang dilayani Bank Jateng Kudus, kata Risdiyanto, sebagaian besar adalah pelaku UMKM di sektor usaha mikro seperti warung, konveksi, dan perdagangan kelontong.

 

“Batas maksimal plafon KUR mikro hingga Rp500 juta per nasabah berdasarkan satu Nomor Induk Kependudukan (NIK),” ucap Risdiyanto.

 

Sedangkan nasabah yang mengajukan pinjaman di atas Rp500 juta, imbuh Risdiyanto, diarahkan kepada Kredit Umum Produktif (KUP). Program KUR tetap mendapat subsidi bunga dari pemerintah, namun berlaku sistem bertingkat.

Pemimpin Cabang Bank Jateng Kudus Risdiyanto

Risdiyanto memaparkan, mekanisme pengajuan KUR pertama yakni nasabah mendapat bunga 6 persen per tahun. Pengajuan kedua bunga naik menjadi 7 persen dan ketiga menjadi 8 persen per tahun.

 

Risdiyanto menyebut bahwa tingkat Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah di Bank Jateng Kudus hanya sekitar 0,2 persen. Namun ada sejumlah hambatan dalam yang mengganjal proses pencairan KUR bagi calon nasabah Bank Jateng di Kota Kretek.

 

Hambatan yang banyak ditemui dari calon nasabah, imbuh Risdiyanto, berasal dari catatan negatif dalam BI Checking atau Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang umumnya berasal dari penggunaan layanan paylater.

 

"Banyak UMKM yang kesulitan mengajukan KUR karena terlilit transaksi kecil lewat platform paylater. Misalnya hanya karena belanja Rp200 ribu saja namun telat bayar, itu sudah mempengaruhi SLIK mereka," tukasnya.

 

Risdiyanto menyebut ada sekitar 10 persen nasabah yang terkendala karena permasalahan tersebut. Untuk menyelesaikan permasalahan itu, Bank Jateng aktif memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM terkait pentingnya menjaga histori kredit.

 

Salah satunya, dengan menyelesaikan tagihan kecil di platform digital. Edukasi tersebut terbukti membantu banyak calon nasabah untuk bisa kembali mengakses pembiayaan.