GROBOGAN — Kini ada sebanyak 25 komunitas sukarelawan yang aktif tergabung dalam berbagai kegiatan penanggulangan bencana. Demikian disampaikan oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto.
"Mereka mitra strategis kami untuk mempercepat respons di lapangan,” katanya baru-baru ini.
Lebih lanjut, Wahyu menyampaikan, bahwa kabupaten Grobogan termasuk salah satu daerah potensi bencana, terutama banjir, kekeringan, hingga longsor. Karena itu, ia menyatakan, keberadaan komunitas sukarelawan tersebut sangat penting.
“Dari 25 komumitas itu, jumlah anggota sukarelawan yang terdata sebanyak 190 orang,” imbuhnya.
Wahyu mengungkapkan, keberadaan mereka tersebar di berbagai kecamatan se-Kabupaten Grobogan. Mereka pun turut aktif dalam kegiatan sosial, penanganan darurat bencana, hingga evakuasi korban.
“Salah satu komunitas sukarelawan itu yakni Pejuang Marhaenis Nusantara (PMN) Grobogan. Pada Minggu kemarin menggelar pelatihan dan simulasi Water Rescue di kawasan Waduk Sanggeh, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh,” terangnya.
Wahyu mengatakan, dalam kegiatan tersebut BPBD Grobogan menjadi narasumber utama yang memberikan materi dasar mengenai penanganan darurat di perairan. Mulai dari pengenalan potensi bahaya di dalam air, teknik penyelamatan korban tenggelam hingga penggunaan peralatan keselamatan seperti pelampung, papan rescue, tali, dan perahu karet.
“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan komunitas dan masyarakat melalui berbagai agenda pelatihan penanggulangan bencana,” pungkasnya.