Temanggung — Upaya memperkuat ketahanan pangan Temanggung mendapat dorongan baru melalui serangkaian proyek infrastruktur yang didanai pemerintah pusat. Pada tahun anggaran 2025, sejumlah proyek strategis senilai miliaran rupiah akan digulirkan di wilayah tersebut, dengan fokus utama pada penguatan sektor pertanian.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Maryadi Utama, menyatakan bahwa ketahanan pangan Temanggung menjadi prioritas dalam alokasi bantuan infrastruktur dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Untuk tahun 2025, Temanggung mendapatkan proyek pengerjaan Bendungan Tingal sebesar Rp 19 miliar, dua paket P3-TGAI masing-masing Rp 195 juta, dan tiga titik sumur bor di Desa Kemloko yang nilainya antara Rp 1,3 hingga Rp 1,5 miliar per titik," jelas Maryadi di Temanggung.
Proyek Bendungan Tingal yang terletak di Desa Gandon, Kecamatan Kaloran, disebut sebagai salah satu titik penting dalam mendukung ketahanan pangan Temanggung. Infrastruktur ini diproyeksikan mampu mengairi sekitar 800 hektare lahan pertanian milik warga.
Selain itu, dua paket pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) juga akan langsung menyasar kelompok tani. Program ini memungkinkan petani mendapatkan dana langsung untuk memperbaiki sistem irigasi secara mandiri.
Sementara itu, tiga titik sumur bor yang seluruhnya berada di Desa Kemloko akan menyuplai air ke lahan persawahan tadah hujan. Ini memberikan solusi konkret bagi petani yang selama ini kesulitan mengakses air saat musim kemarau.
"Sumur bor ini menyasar sawah tadah hujan, sehingga petani bisa tetap berproduksi di musim kering. Ini bagian dari intervensi teknis untuk menjaga stabilitas hasil panen," kata Maryadi.
Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah pusat terhadap program ketahanan pangan Temanggung. Menurutnya, bantuan tersebut akan berdampak langsung pada efisiensi produksi pertanian lokal.
"Dengan kian mudahnya petani mendapatkan air, maka hal itu dapat menekan harga pokok produksi. Ini juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap ketahanan pangan di daerah," ujarnya.
Bupati Agus menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Temanggung juga berkomitmen menjaga keberlanjutan proyek ini. Salah satunya melalui pengawasan distribusi bantuan serta pelibatan aktif kelompok tani dalam pelaksanaan program P3-TGAI.
Penguatan ketahanan pangan Temanggung melalui infrastruktur irigasi dan air dinilai strategis dalam menghadapi tantangan iklim dan fluktuasi harga bahan pangan. Akses air yang memadai akan mendukung petani untuk menjaga produksi sepanjang tahun.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Temanggung, lebih dari 30 persen lahan pertanian di wilayah tersebut masih bergantung pada curah hujan. Dengan adanya bendungan dan sumur bor, angka ketergantungan ini diproyeksikan turun secara signifikan dalam lima tahun ke depan.
Program bantuan infrastruktur dari Kementerian PUPR ini diharapkan menjadi model sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat ketahanan pangan Temanggung. Keberlanjutan proyek seperti Bendungan Tingal, sumur bor, dan P3-TGAI akan sangat menentukan masa depan produksi pertanian di Temanggung.
Dukungan ini juga menjadi bagian dari langkah strategis nasional untuk memperkuat ketahanan pangan di berbagai daerah, sekaligus menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan secara nasional.
"Ketahanan pangan tidak bisa berdiri sendiri. Perlu dukungan infrastruktur, kebijakan, dan partisipasi masyarakat. Ini kerja bersama," pungkas Bupati.