Magelang — Kota Magelang menjadi rujukan pelatihan Satpol PP tingkat Provinsi Jawa Tengah. Sebanyak 40 peserta praktik lapangan Pelatihan Dasar (Latsar) Satpol PP dari berbagai daerah mengunjungi Pemerintah Kota Magelang pada, Selasa 23 September 2025.
Dalam kunjungan yang difasilitasi oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Tengah ini, peserta diterima langsung oleh Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, di ruang sidang Kantor Pemkot Magelang.
Penunjukan Kota Magelang sebagai lokasi kunjungan bukan tanpa alasan. Kota ini dinilai berhasil menerapkan pola penegakan peraturan daerah (perda) yang profesional, proporsional, dan humanis. Hal tersebut menjadikan Kota Magelang jadi rujukan pelatihan Satpol PP untuk wilayah Jawa Tengah dan luar provinsi.
"Satpol PP bukan hanya penegak aturan, tetapi juga wajah pemerintah daerah di ruang publik," ujar Damar dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa profesionalitas, empati, dan integritas harus melekat dalam setiap tindakan Satpol PP.
Menurut Damar, pendekatan humanis telah menjadi bagian dari kebijakan Pemkot Magelang, terutama dalam penataan pedagang kaki lima (PKL), pengendalian reklame, dan pengawasan jam operasional usaha.
"Kami mengedepankan pembinaan melalui dialog dan sosialisasi lintas instansi, bukan penindakan semata," tegasnya.
Dalam konteks yang lebih luas, Damar juga menyampaikan bahwa peran Satpol PP tidak sebatas penegakan perda. Petugas Satpol PP juga terlibat langsung dalam layanan publik seperti penanganan bencana, pengamanan acara besar, serta kolaborasi dengan pemadam kebakaran, BPBD, dan linmas.
"Banyak pelaku usaha kecil yang berinteraksi dengan Satpol PP adalah perempuan, lansia, atau bahkan anak-anak yang membantu orang tuanya. Mereka harus diperlakukan dengan penuh martabat," ujarnya.
Hal ini menunjukkan bahwa Kota Magelang jadi rujukan pelatihan Satpol PP bukan hanya karena aspek teknis penegakan hukum daerah, tetapi juga nilai-nilai sosial yang diterapkan dalam praktik keseharian.
Kegiatan praktik lapangan ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, termasuk dari luar Provinsi Jawa Tengah.
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Jabatan Fungsional BPSDM Provinsi Jawa Tengah, Anon Priyantoro, menyebut peserta datang dari Kota Bontang (Kalimantan Timur), Kabupaten Malaka (NTT), Kota Banjar (Jawa Barat), hingga Banjarbaru (Kalimantan Selatan).
"Pengalaman di Kota Magelang diharapkan memperkaya wawasan peserta. Mereka nantinya diharapkan menjadi aparat Satpol PP yang profesional, humanis, dan membanggakan," ujar Anon.
Kota Magelang jadi rujukan pelatihan Satpol PP dalam pelatihan ini karena mampu menunjukkan praktik ideal yang bisa ditiru oleh daerah lain, terutama dalam menjembatani kepentingan hukum dan perlindungan masyarakat.