Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Tebing Setinggi 70 Meter di Perboto Kalikajar Longsor, Timbun Kandang Kambing dan Ladang Cabai

Tebing setinggi 70 meter di Perboto Kalikajar Wonosobo longsor.

Wonosobo — Hujan deras yang mengguyur sejak Jumat (24/10/2025) menyebabkan longsor di Kalikajar Wonosobo, tepatnya di Dusun Tembelang, Desa Perboto. Tebing setinggi sekitar 70 meter longsor pada malam hari sekitar pukul 20.00 WIB, menimbun kandang kambing, ladang cabai, serta dua kolam ikan milik warga.


Kepala Desa Perboto, Suroto, menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor di Kalikajar Wonosobo tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.


"Material longsoran menimbun kandang kambing milik Saifudin yang berisi 14 ekor kambing, termasuk kambing kontes senilai Rp10 juta. Sebagian besar bisa diselamatkan, tetapi ada beberapa yang luka. Lahan cabai seluas 300 meter persegi dan dua kolam ikan milik Riswanto juga tertimbun," kata Suroto, Sabtu (25/10).


Selain itu, satu rumah milik Karyoto yang hanya berjarak sekitar satu meter dari lokasi longsor di Kalikajar Wonosobo kini dalam kondisi rawan. Pemerintah desa mengimbau warga penghuni rumah untuk mengungsi sementara guna menghindari risiko longsor susulan di Kalikajar.


"Tanah di daerah itu gembur dan berpotensi kembali longsor, jadi kami sarankan penghuni segera dievakuasi," tambahnya.

Dalam dua hari terakhir, beberapa wilayah di Kabupaten Wonosobo mengalami bencana tanah longsor serupa. Di Dusun Munggang, Desa Derongisor, Kecamatan Mojotengah, longsor menimbun dua rumah warga pada Rabu (22/10).


Sementara itu, akses jalan desa penghubung Lamuk–Kalidesel di Kecamatan Watumalang juga kembali tertutup material tanah setelah beberapa hari lalu mengalami longsor serupa.


Kondisi curah hujan tinggi dan karakteristik tanah labil di lereng-lereng perbukitan Wonosobo diduga menjadi faktor utama meningkatnya frekuensi longsor di Kalikajar dan daerah sekitarnya.


Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banjarnegara, wilayah Wonosobo berpotensi diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat selama sepekan ke depan, terutama di wilayah utara dan timur kabupaten.


Hingga berita ini diturunkan, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo belum memberikan keterangan resmi terkait maraknya kejadian longsor di Kalikajar Wonosobo.