PURWOREJO — Hujan deras yang mengguyur wilayah Purworejo selama beberapa hari terakhir memicu tanah longsor di Desa Somogede, Kecamatan Pituruh, pada Sabtu siang (25/10/2025). Akibatnya, seluruh akses menuju Dusun Trukankidul Somogede terputus total, membuat puluhan warga kini terisolasi dari dunia luar.
Material longsoran berupa tanah dan batang bambu menimbun habis jalan utama penghubung dusun ke pusat desa.
Kepala Seksi Pelayanan Desa Somogede, Sidik Saputra, membenarkan kondisi tersebut dan menjelaskan dampak serius yang dihadapi warga.
"Longsor ini menutup semua jalur utama yang menghubungkan Dusun Trukankidul dengan wilayah luar," kata Sidik saat dihubungi, Sabtu sore.
Ia menambahkan, jalan alternatif yang biasa dilalui warga juga tidak dapat digunakan karena sungai di sekitar dusun sedang meluap akibat hujan berkepanjangan.
Akibat tanah longsor di Somogede Purworejo ini, warga Dusun Trukankidul kini terisolasi tanpa jalur darat maupun alternatif sungai. Luapan air membuat perahu kecil milik warga tidak bisa digunakan, menimbulkan kekhawatiran soal logistik dan pelayanan kesehatan.
"Tidak ada akses keluar sama sekali, kami khawatir jika ada warga yang sakit atau membutuhkan bantuan segera," ujar Sidik.
Ia berharap dukungan cepat dari pemerintah daerah untuk mengirimkan alat berat guna membuka akses jalan yang tertutup material longsoran tebal.
Meski terjebak isolasi, warga sekitar melakukan gotong royong darurat menggunakan peralatan manual seadanya untuk mulai membersihkan jalan. Beberapa warga membantu menyingkirkan pohon bambu dan gundukan tanah dengan cangkul serta sabit.
"Kami berusaha membuka jalur setapak dulu, supaya bantuan bisa masuk," tuturnya dalam upaya pembersihan.
Pemerintah Desa Somogede telah melaporkan bencana longsor di Dusun Trukankidul kepada pihak kecamatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo untuk segera ditindaklanjuti.
Hingga Sabtu malam, tim gabungan tengah disiapkan untuk melakukan penanganan awal dan menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terisolasi.
"Kami koordinasi dengan BPBD agar alat berat bisa segera turun ke lokasi, karena jalan setapak saja tidak cukup untuk menyalurkan bahan pokok dan air bersih," kata Sidik.
Pemerintah desa juga mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi longsor susulan di kawasan pegunungan mengingat curah hujan masih tinggi.
Kabupaten Purworejo, khususnya Kecamatan Pituruh, termasuk wilayah rawan tanah longsor di Jawa Tengah. Berdasarkan peta risiko bencana BPBD, beberapa desa seperti Somogede, Kalikotes, dan Puwosari kerap mengalami pergerakan tanah saat intensitas hujan meningkat.