Wonosobo — Setelah sempat tertunda, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat akhirnya resmi melantik 112 pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Jumat (29/08/2025). Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya kembali roda manajerial pemerintahan daerah yang sempat tersendat akibat kekosongan jabatan.
Saat ditemui seusai melantik, Bupati Afif menjelaskan bahwa keterlambatan pelantikan ini disebabkan oleh aturan dalam masa pencalonan dirinya kembali pada Pilkada lalu.
"Waktu itu saya ikut Pilkada, jadi tidak boleh melantik. Setelah dilantik lagi, ada ketentuan harus menunggu enam bulan. Masa tunggu itu jatuh pada 20 Agustus, jadi baru sekarang pelantikan bisa dilakukan," kata Afif.
Menurutnya, pelantikan kali ini mencakup jabatan strategis mulai dari kepala bagian (Kabag), sekretaris dinas (Sekdin), Camat, kepala bidang (Kabid), sekretaris camat (Sekcam), Lurah hingga kepala seksi (Kasi). Tak ketinggalan, sebanyak 13 jabatan di RSUD Wonosobo turut terisi.
Menurut Bupati, banyak jabatan kosong selama setahun terakhir akibat banyak pejabat memasuki masa pensiun.
"Karena menumpuk, jumlah yang dilantik sekaligus cukup besar. Ada yang promosi, ada juga yang rotasi," jelasnya.
Lebih lanjut, Afif menekankan bahwa proses seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan kepangkatan, kompetensi, integritas, serta kemampuan adaptasi di lingkungan kerja yang baru.
"Harapannya, pejabat yang dilantik bisa segera beradaptasi dan melaksanakan tugas dengan baik. Ini bagian dari ikhtiar kita untuk mendukung pencapaian RPJMD Kabupaten Wonosobo 2025–2029," ujarnya.
Pelantikan ini juga menjadi bagian dari strategi reformasi birokrasi di daerah. Pemkab telah memanfaatkan aplikasi Integrated Mutasi guna menjamin proses pengisian jabatan berjalan secara tertib, transparan, dan akuntabel.
Lebih jauh, Afif menyoroti tantangan baru yang dihadapi para ASN, terutama di tengah era percepatan digitalisasi. Ia mendorong pejabat untuk terus belajar, baik melalui pendidikan formal, pelatihan teknis, maupun platform daring seperti Massive Open Online Course (MOOC).
"ASN dituntut untuk adaptif, komunikatif, dan solutif. Kita tidak bisa berhenti belajar jika ingin memberi layanan terbaik," tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kerja tim yang solid, serta mendorong potensi bawahan agar selaras dengan tujuan organisasi.
Bupati menginstruksikan agar para pejabat segera melakukan serah terima jabatan, memahami regulasi, dan menetapkan strategi pencapaian target di unit masing-masing. Ia menekankan pentingnya inovasi serta pengelolaan aset dan keuangan daerah yang efisien.
"Jangan gengsi belajar dari siapa pun. Yang penting, kerja efektif dan adaptif," pesannya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Wonosobo, Amir Husein menambahkan, bahwa pelantikan ini diharapkan memperkuat kerja sama internal di Pemkab Wonosobo.
"Kami ingin membangun soliditas kerja. Dengan kerja sama yang solid, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih maksimal," katanya.