Temanggung — Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 16 Temanggung saat ini tengah memasuki tahap persiapan menjelang dimulainya proses belajar mengajar formal pada awal Oktober 2025. Sekolah yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu ini masih menjalankan program adaptasi sebagai pengenalan awal terhadap lingkungan dan sistem pembelajaran.
Kepala SRMA 16 Temanggung, Agus Adibil Muhtar, menjelaskan bahwa fase awal ini bertujuan membantu siswa menyesuaikan diri sebelum masuk ke kurikulum utama.
"Saat ini, siswa belum menerima pelajaran formal. Mereka masih mengikuti program persiapan seperti kegiatan keagamaan, intelegensia, dan kegiatan dasar lain untuk mendukung proses belajar ke depan," katanya.
Menurut Agus, proses adaptasi di Sekolah Rakyat dilakukan secara menyeluruh, mencakup kegiatan non-akademik hingga pembentukan karakter. Hal ini dinilai penting mengingat sebagian besar siswa berasal dari latar belakang sosial ekonomi rentan, yang memerlukan pendekatan khusus dalam pengenalan dunia pendidikan formal.
Sementara itu, pihak sekolah juga sedang melengkapi fasilitas pembelajaran, termasuk penyediaan laptop, tablet, dan komputer, agar siswa bisa mengikuti pelajaran dengan standar yang memadai.
"Kami pastikan seluruh kebutuhan siswa terpenuhi. Untuk baju, sepatu, dan seragam sudah tersedia lengkap, mulai dari seragam putih abu-abu, pramuka, olahraga, hingga jas almamater," ujar Agus.
Tidak hanya sarana pendidikan, Sekolah Rakyat SRMA 16 Temanggung juga menjamin pemenuhan kebutuhan dasar siswa, termasuk konsumsi dan perlengkapan pribadi. Setiap hari, siswa menerima tiga kali makan utama dan dua kali snack, serta perlengkapan kebersihan seperti sabun cuci dan pasta gigi.
Agus menegaskan bahwa sekolah ini mengikuti instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari program perluasan akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia, khususnya yang berasal dari keluarga prasejahtera.
"Kami ingin memastikan anak-anak nyaman, sehat, dan siap menerima pembelajaran secara penuh di awal Oktober nanti," katanya.