PURWOREJO — Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan Satgas MBG telah mengirim sampel makanan ke laboratorium di Yogyakarta untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Hal itu menyusul telah terjadi dugaan kasus keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang menyebabkan 134 siswa mengalami gejala keracunan dan mendapatkan penanganan medis.
"Total ada 134 warga yang terdampak dugaan keracunan MBG. Sebagian besar sudah ditangani dengan rawat jalan, hanya beberapa yang harus menjalani rawat inap," kata Ketua Satgas MBG Purworejo, dr. Tolkha.
Berdasarkan data Satgas MBG, korban tersebar di beberapa fasilitas kesehatan, diantaranya di Puskesmas Bubutandengan 102 orang, Puskesmas Bragolan 14 orang, RS Tjokronegoro 10 orang, RS Tjitrowardojo 5 orang, Puskesmas Ngombol 1 orang, RS Panti Waluyo 1 orang dan RS Amanah Umah: 1 orang.
Sebagian besar pasien telah diizinkan pulang setelah menjalani rawat jalan, sementara beberapa lainnya masih dirawat untuk pemulihan lebih lanjut.
Upaya mengidentifikasi sumber keracunan dilakukan melalui pengujian laboratorium terhadap makanan yang dibagikan dalam program MBG. Sampel yang diambil dari lokasi kejadian telah dikirim ke laboratorium di Yogyakarta untuk analisis lebih lanjut.
"Penyelidikan lebih lanjut juga dilakukan dengan mengambil sampel makanan. Kami masih menunggu hasil dari laboratorium untuk memastikan penyebabnya," ujar dr. Tolkha.
Langkah ini penting untuk memberikan dasar ilmiah bagi tindakan selanjutnya, baik dari sisi perbaikan sistem distribusi makanan maupun tanggung jawab pihak penyedia.
Keracunan massal ini dilaporkan terjadi usai pembagian menu MBG di dua sekolah negeri, yaitu SMP Negeri 8 Purworejo dan SMA Negeri 3 Purworejo. Sejumlah siswa dan guru mengalami gejala mual, muntah, dan diare beberapa saat setelah menyantap makanan yang diduga sudah basi.
Meskipun belum ada hasil resmi dari laboratorium, dugaan awal mengarah pada kualitas makanan yang tidak sesuai standar distribusi dan penyimpanan.
Pemerintah Kabupaten Purworejo memastikan seluruh biaya pengobatan korban ditanggung penuh dan meminta masyarakat tetap waspada dalam mengonsumsi makanan, terutama yang berasal dari distribusi massal.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang. Ini musibah yang tentu tidak kita harapkan. Pemerintah daerah berkomitmen penuh menangani kasus ini," ujar dr. Tolkha.