Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Reboisasi Berbasis Kopi, Strategi Wonosobo Jaga Ekologi dan Kesejahteraan Masyarakat

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama Komunitas Jatubu menanam puluhan ribu bibit kopi di Wonosobo.

Wonosobo — Wonosobo mengalami perkembangan pesat dalam potensi kopi selama satu dekade terakhir. Hal ini menjadi bukti sinergi kuat lintas sektor antara pemerintah, Perhutani, dan komunitas masyarakat dalam memajukan komoditas unggulan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan hal tersebut saat menghadiri Gerakan Penanaman Kopi yang diinisiasi komunitas Jagat Tunas Bumi (JATUBU) di Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Selasa (14/10/2025). Kegiatan penanaman bibit kopi dilaksanakan sejak 11 hingga 14 Oktober 2025 di lereng pegunungan Sindoro-Sumbing.


"Rasa bangga dan apresiasi saya sampaikan kepada pengurus JATUBU, Perhutani, Dinas terkait, LMDH, pemuda, karang taruna, serta Pasukan Ojek Sumbing yang berkolaborasi sukses menyelenggarakan kegiatan ini," ujar Bupati Afif.


Ia menegaskan, ini menjadi tugas bersama dalam menjaga dan merawat bumi agar alam subur dan indah terus terjaga. Afif berharap gerakan ini tidak hanya seremoni, tetapi berkelanjutan dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.


Dukungan dari Perhutani melalui mekanisme pemanfaatan lahan menjadi kunci penting dalam sinergi menghadirkan kemakmuran lewat pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan.



Gerakan ini mengusung tema 'Gerakan Penanaman Kopi sebagai Reboisasi, Penjaga Kualitas Air dan Udara, serta Penguatan Ketahanan Pangan'.

Penanaman ribuan bibit kopi di kawasan konservasi ini juga melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam edukasi pengolahan limbah menjadi energi.


Selain itu, pembagian bibit padi kepada masyarakat dilakukan sebagai simbol sinergi sektor pertanian dan kehutanan dalam mendukung ketahanan pangan.


Ketua JATUBU, Mantep Abdul Ghoni, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat branding Kopi Wonosobo sebagai komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi sekaligus ekologi.


"Setiap pohon kopi yang kami tanam adalah kontribusi kecil tapi berarti bagi masa depan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat," jelas Mantep.


Penasihat Utama JATUBU, Laksma TNI Taufik Arief menambahkan, bahwa reboisasi kopi harus dimaknai sebagai gerakan nasionalisme ekologis yang melibatkan seluruh unsur bangsa. Kegiatan ini bukan sekadar lingkungan, tapi juga sosial dan ekonomi berkelanjutan.


Penandatanganan komitmen bersama dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo, komunitas JATUBU, dan pemangku kepentingan lain guna menjadikan Wonosobo daerah percontohan reboisasi berbasis komoditas kopi di Jawa Tengah.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube