Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Banom NU Purworejo Kecam Tayangan Trans 7, Serukan Boikot atas Penggambaran Pesantren

Sejumlah Banom Nu Purworejo kecam tayangan Trans 7 yang dinilai merendahkan pesantren. (Istimewa)

PURWOREJO — Sejumlah badan otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU) di Purworejo mengecam keras program Xpose Uncensored yang tayang di Trans7. Tayangan tersebut dinilai merendahkan dan memberikan gambaran dangkal tentang kehidupan pesantren, santri, dan kyai.


Ketua Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Purworejo, Fatkhu Rohmannmenyatakan, bahwa program siaran tersebut keluar dari jalur jurnalistik yang benar.


"Trans7 semestinya menghormati keberagaman budaya dan nilai luhur pesantren, bukan malah menampilkan narasi yang menyesatkan dan merusak persepsi publik," ujarnya, Rabu (15/10/2025).


Fatkhu mengecam keras tayangan yang dianggap hanya mengejar rating tanpa mengedepankan riset dan akurasi konteks budaya pesantren. Ia menilai hal ini menunjukkan krisis etika media yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman masyarakat terhadap pesantren yang kaya tradisi dan spiritualitas.


Lebih lanjut, PC PMII Purworejo menyerukan boikot terhadap Trans7 hingga manajemen memberikan permintaan maaf secara terbuka dan melakukan evaluasi menyeluruh.

"Media tidak boleh menjadikan budaya pesantren sebagai komoditas untuk hiburan semata," tegas Fatkhu.


Sikap yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Purworejo, Tashilul Manasik. Ia mengajak seluruh kader Ansor dan Banser untuk ikut memboikot Trans7 sebagai bentuk tanggung jawab moral menjaga martabat kyai dan pesantren.


"Media seharusnya menjadi wahana edukasi yang membangun masyarakat, bukan alat pencipta konflik dan fitnah," kata Tashilul.


Ia juga mendesak Trans7 untuk introspeksi dan meminta maaf secara terbuka, baik di televisi maupun secara langsung, agar nama baik tokoh agama dan kerukunan sosial terjaga.


"Boikot ini penting agar generasi muda terhindar dari tayangan yang merusak nilai pendidikan dan keagamaan," pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube