Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Petik Merah Jadi Kunci: Kopi Temanggung Diincar Pasar Internasional, Bupati Dorong Branding Global

KUALITAS - Bupati Temanggung Agus Setyawan memetik kopi robusta saat Festival Petik Merah Robusta di Kecamatan Gemawang
Minggu 20 Juli 2025. (setyo wuwuh/temanggung ekspres)

Temanggung — Kualitas panen yang dijaga para petani kopi robusta di Kabupaten Temanggung, menjadi salah satu kunci kian dikenalnya produk pertanian tersebut di pasaran.


Bahkan kopi robusta temanggung sudah berhasil menembus pasar Internasional. Para petani menjaga kualitas dengan menerapkan metode petik merah.


Strategi panen itu terbukti sangat penting, untuk menjaga kualitas kopi robusta Temanggung. Sehingga tidak mengherankan, jika produknya semakin diperhitungkan di pasaran global.


Dalam beberapa tahun terakhir, ekspor kopi dari Temanggung pun terus bergulir ke sejumlah negara. Ini menjadi bukti nyata bahwa kopi lokal mampu bersaing di tingkat dunia.


Bupati Temanggung Agus Setyawan menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjaga mutu produk. Hal itu diungkapkannya saat menghadiri Festival Petik Merah Kopi Robusta ke-4 di Lapangan Sasem di Desa Gemawang Kecamatan Gemawang, kemarin.


Ia menyebut bahwa saat ini kopi Indonesia harus bersaing ketat dengan negara-negara produsen utama seperti Brasil, Chili, dan Vietnam yang gencar melakukan inovasi.


“Nilai tawar kopi Temanggung saat ini sedang dalam tren positif. Tapi kita tidak boleh lengah. Persaingan global sangat ketat. Petani harus terus menjaga kualitas dengan panen petik merah. Jangan panen jotos atau saat buah masih hijau,” kata Agus.


Festival tahunan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran petani akan pentingnya kualitas panen.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyoroti pentingnya strategi pemasaran dan citra produk.


Tak hanya soal kualitas biji, menurut Agus, Pemkab Temanggung kini juga tengah fokus memperkuat branding kopi lokal.


Salah satu upaya konkret adalah mendorong pelaku kopi untuk aktif mengikuti pameran dan ekspo berskala nasional maupun internasional.


“Branding itu penting. Kita harus membawa nama kopi Temanggung ke panggung dunia. Ikut ekspo, ikut pameran, itu semua memperkuat posisi tawar produk kita di pasar global,” tegasnya.


Sementara itu, Jauhari, salah satu petani kopi dari Gemawang, mengungkapkan bahwa harga jual kopi tahun ini sedikit lebih baik dibanding tahun lalu.


Namun demikian, ia mengakui bahwa menjaga kualitas tetap menjadi tantangan utama di tingkat petani.


“Petani sudah berusaha maksimal menjaga kualitas. Harapannya, dengan mutu yang terus membaik, harga jual juga bisa menyesuaikan. Karena kerja keras petani mestinya sejalan dengan nilai yang diterima,” ungkapnya.


Dengan dukungan pemerintah daerah dan kesadaran petani terhadap pentingnya mutu dan citra produk, kopi Temanggung diprediksi akan terus melaju, tak hanya sebagai komoditas lokal, tapi juga sebagai ikon kopi Indonesia di pasar dunia.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube