Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Penari Tuna Rungu Wonosobo Pukau Cibubur dengan Alat Bantu Pragati, Tanpa Arahan Pelatih

Sejumlah penari tuna rungu Wonosobo berfoto bersama usai tampil di acara penutupan Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus (PPBK) Nasional 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur
Jakarta.

Wonosobo — Sebuah penampilan tak biasa sekaligus mengharukan dari penari tuna rungu Wonosobo tersaji dalam penutupan Perkemahan Pramuka Berkebutuhan Khusus (PPBK) Nasional 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta.


Tim tari yang terdiri dari siswi SLB/B Dena Upakara dan siswa SLB/B Karya Bakti membawakan Tari Ginanjar Mulyo Wonosobo dengan penuh percaya diri tanpa arahan langsung dari pelatih mereka.


Hal yang membuat penampilan ini berbeda dan layak dikenang adalah karena seluruh penarinya merupakan siswa-siswi tina rungu, yang biasanya mengandalkan kode dari pelatih di tepi panggung.


Namun kali ini, mereka menari dengan irama dan transisi gerak yang presisi, berkat bantuan alat inovatif bernama Pragati.


Pragati merupakan alat bantu inovatif yang dikenakan di lengan penari tuna rungu. Perangkat ini memberi sinyal berupa getaran yang menandakan pergantian gerak tari.


Tidak lagi perlu visualisasi kode dari pelatih, para penari kini bisa mengandalkan sinyal haptic untuk tetap sinkron satu sama lain.


Alat ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kemendikbud, Yulius Denny Prabowo dari Universitas Bina Nusantara, Reza Pahlevi dari Alpha Mechatronics, serta pelatih tari berpengalaman Mulyani, penerima Anugerah Kebudayaan Indonesia 2023 kategori Pelopor dan Pembaharu.

Pelatih Tari, Mulyani mengungkapkan, jika pertunjukan kali ini menjadi momen yang sangat mengharukan. Pasalnya, para penari tuna rungu bisa menari sendiri tanpa arahan pelatih.


"Saya berharap alat ini bisa diproduksi lebih banyak dan dengan teknik yang lebih sederhana, agar bisa digunakan secara luas oleh penari tuna rungu dan pelatih di seluruh Indonesia," kata Mulyani.


Ketua Yayasan Dena Upakara, Suster Patricia PMY mengapresiasi perhatian pemerintah dalam penyediaan teknologi yang mendukung anak-anak berkebutuhan khusus untuk berpartisipasi dalam pelestarian budaya.


"Semoga Pragati membuka ruang lebih luas bagi anak-anak tuna rungu untuk aktif dalam kesenian tradisional," ungkapnya.


Dukungan serupa datang dari Kepala SLB/B Karya Bakti, Agustinus Suka Basuki. Ia mengungkapkan kebanggaannya atas kemampuan anak didiknya menyesuaikan diri dengan cepat meski baru pertama kali menari.


"Kami sangat bersyukur, ini bukti bahwa keterbatasan bukan halangan jika ada dukungan teknologi dan kemauan," tegasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube