Wonosobo — Apel Jam Pimpinan Tiga Pilar di Pendopo Bupati sebagai bentuk sinergi strategis antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah digelar pada, Sabtu 23 Agustus 2025. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketahanan pangan, serta memperkuat program-program prioritas nasional di tingkat lokal.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Wonosobo H. Afif Nurhidayat, jajaran Polres dan Kodim 0707/Wonosobo, perangkat daerah, para lurah, kepala desa, serta perwakilan dari Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Afif menyampaikan bahwa kondisi kondusif di Wonosobo hari ini merupakan hasil nyata dari kerja sama lintas sektor hingga ke tingkat desa.
"Alhamdulillah, berkat sinergi dari tingkat kabupaten hingga desa, kondisi Wonosobo hari ini sangat kondusif. Semua aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar," katanya.
Ia menegaskan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi menjadi tugas kolektif masyarakat demi mendukung pembangunan dan kesejahteraan.
Kasat Samapta Polres Wonosobo, AKP Ramdhani menekankan, bahwa tugas utama Polri tidak berhenti pada penegakan hukum. Lebih dari itu, pendekatan humanis dan preventif menjadi strategi utama.
"Penegakan hukum adalah opsi terakhir. Fokus kami adalah pencegahan dan pelayanan cepat terhadap aduan masyarakat," ujar AKP Ramdhani.
Ia juga menyinggung UU No. 2 Tahun 2002 sebagai dasar hukum tugas-tugas Polri, yang meliputi pemeliharaan keamanan, penegakan hukum, serta perlindungan dan pengayoman masyarakat.
Sementara itu perwakilan Kodim 0707/Wonosobo, Kapten Inf Yohanes Nurdiyanto menyoroti peran penting TNI dalam mendukung sektor pertanian sebagai bagian dari ketahanan nasional.
"Pertanian bukan hanya soal produksi, tapi juga ketahanan bangsa. Kami hadir mendampingi petani, dari proses tanam hingga distribusi," jelasnya.
Menurutnya, peran aktif TNI dalam sektor pangan adalah bagian dari dukungan terhadap visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan kesejahteraan masyarakat berbasis pangan lokal.
Kepala SPPG Wonosobo, Vira W. turut memaparkan peran lembaganya dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar anak sekolah, santri, ibu hamil, dan balita.
"Kami ingin membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Ia menambahkan, program MBG juga ikut mendorong ekonomi lokal melalui pemberdayaan tenaga kerja serta pemanfaatan bahan pangan lokal dalam setiap distribusi makanan.