Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Longsor di Mojotengah, Wonosobo, Akses Jalan dan Irigasi Tertutup

TERTUTUP - Sejumlah warga berusaha membersihkan material longsoran
akibat tebing longsor di Mojotengah
Wonosobo yang menutupi jalan antar desa dan saluran irigasi. (bpbd wonosobo for diswayjateng.com)

Wonosobo — Tebing setinggi 30 meter di wilayah Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, mengalami longsor pada, Kamis 18 September 2025 pukul 19.30 WIB. Peristiwa longsor Mojotengah ini menutup akses jalan penghubung antar-desa serta saluran irigasi Kalitandu.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo, Sumekto menyatakan, bahwa kejadian longsor Mojotengah dipicu oleh hujan deras yang berlangsung lebih dari empat jam.


"Longsor Mojotengah terjadi di tebing setinggi 30 meter dengan panjang sekitar 6 meter, tepatnya di Dusun Kemejing, Desa Larangan Kulon, Kecamatan Mojotengah. Longsor menutup jalan penghubung dan saluran irigasi Kalitandu," ujar Sumekto.


Peristiwa longsor Mojotengah terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Warga mendengar suara gemuruh dari arah tebing sekitar pukul 19.30 WIB. Setelah dilakukan pengecekan, ditemukan bahwa tebing di dekat saluran irigasi Kalitandu longsor, menimbun jalan desa dan jaringan irigasi.


Material longsor berupa rumpun bambu dan pohon aren menutup jalur penghubung antara Desa Larangan Kulon dan Desa Sukorejo, yang biasa digunakan warga untuk aktivitas harian. Selain itu, aliran air irigasi juga terhambat Longsor Mojotengah, berpotensi mengganggu kebutuhan air pertanian di wilayah tersebut.

"Irigasi Kalitandu dan jalan desa tertutup material longsor. Pembersihan dilakukan secara bertahap," jelas Sumekto.


Tim gabungan dari BPBD Wonosobo, Pemerintah Desa Larangan Kulon, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) Mojotengah, Redkar Wonosobo, dan warga setempat telah dikerahkan untuk menangani dampak longsor Mojotengah.


Pembersihan material Longsor Mojotengah dilakukan sejak malam kejadian, namun masih akan dilanjutkan pada Jumat pagi, 19 September 2025 pukul 08.00 WIB, karena sebagian besar material bambu masih menutup saluran irigasi.


Pihaknya mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi bencana longsor, mengingat intensitas hujan di kawasan Wonosobo masih tinggi.


"Kami imbau masyarakat sekitar untuk berhati-hati dan melaporkan jika muncul retakan baru di tebing," tutup Sumekto.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube