Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

HSN 2025, Wali Kota Magelang Ajak Santri Kuat di Ilmu dan Akhlak untuk Hadapi Tantangan Zaman

Upacara Hari Santri Nasional tahun 2025 di halaman Kantor Wali Kota Magelang. (Prokopim Kota Magelang)

Magelang — Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyerukan agar santri masa kini tidak hanya mahir mengaji, tetapi juga cakap berpikir dan bertindak menghadapi tantangan zaman. Seruan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Magelang, Rabu (22/10/2025).


Upacara diikuti oleh ratusan santri se-Kota Magelang, para ulama, tokoh agama, pejabat forkopimda, serta aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Magelang.


Dalam kesempatan itu, Damar menyampaikan bahwa santri masa kini memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara ilmu, iman, dan pengabdian pada masyarakat.


"Santri sejati bukan hanya menjaga ilmu, tapi juga menebarkan manfaat di mana pun berada. Di era keterbukaan informasi, santri harus hadir sebagai penyebar kedamaian di tengah masyarakat," tutur Damar di hadapan peserta upacara.


Jihad Ilmu dan Akhlak di Era ModernDamar menegaskan bahwa semangat perjuangan santri tidak berhenti pada peristiwa Resolusi Jihad 1945. Saat itu, santri dan kiai ikut berperan besar dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Namun, bagi santri masa kini, jihad harus dipahami sebagai perjuangan menegakkan nilai-nilai ilmu, akhlak, dan teknologi.


"Semangat santri harus bertransformasi menjadi jihad ilmu, jihad akhlak, dan jihad teknologi. Santri masa kini adalah garda depan pembangunan bangsa," tegas Damar.


Menurutnya, adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi keharusan tanpa melupakan akar nilai-nilai keagamaan. Ia menilai santri tidak boleh tertinggal dalam bidang pendidikan, digitalisasi, maupun pemberdayaan ekonomi.

Pemerintah Kota Magelang, lanjut Damar, berkomitmen memperkuat sinergi dengan pesantren dan lembaga keagamaan. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjadikan pesantren sebagai pusat pemberdayaan umat, tempat tumbuhnya ilmu pengetahuan, kemandirian sosial, dan benteng moral masyarakat.


"Nilai toleransi dan harmoni yang selama ini terpelihara di Kota Magelang tidak mungkin ada tanpa peran pesantren dan santri masa kini. Karena itu, kami ingin membangun generasi santri yang unggul dan berakhlakul karimah," ujarnya.


Program penguatan pesantren juga menjadi bagian dari visi pembangunan daerah. Dinas terkait diarahkan untuk mendukung inisiatif pendidikan keagamaan, peningkatan kapasitas santri, serta digitalisasi informasi pesantren guna mempermudah akses masyarakat.


Menjaga Spirit Hari SantriMenutup sambutannya, Damar mengajak seluruh santri masa kini menjadikan momentum Hari Santri Nasional 2025 sebagai pengingat semangat perjuangan dan pengabdian kepada bangsa. Ia mengajak santri untuk terus menebarkan semangat ilmu, cinta, dan ketulusan dalam membangun kota.


"Dengan semangat santri, mari kita jaga kota ini dengan cinta, kita bangun dengan ilmu, dan kita majukan dengan ketulusan," kata Damar.


Melalui pesan tersebut, Wali Kota Magelang berharap santri masa kini dapat menjadi agen perubahan positif, tak hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube