Temanggung — Harga daging dan telur ayam naik di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Temanggung dalam sepekan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh melonjaknya harga jagung sebagai bahan baku utama pakan ternak ayam.
Meski begitu, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perdagangan (Dinkopdag) Temanggung memastikan bahwa ketersediaan stok di Kabupaten Temanggung tetap aman.
"Meski ada kenaikan harga, untuk stok daging dan telur di Temanggung masih aman," kata Kepala Bidang Perdagangan Dinkopdag Temanggung, Pontjo Marbagyo.
Ia menjelaskan bahwa harga jagung sebagai elemen utama pakan ternak mengalami kenaikan dari Rp 5.500 menjadi Rp 6.800 per kilogram. Kenaikan ini berkontribusi langsung pada lonjakan harga daging dan telur ayam di pasaran.
Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional, harga daging dan telur ayam naik secara bertahap dalam sepekan terakhir. Harga daging ayam ras yang sebelumnya berada di kisaran Rp 33.000 per kilogram, kini mencapai Rp 40.000. Sementara itu, telur ayam naik dari Rp 25.000 menjadi Rp 28.000 per kilogram.
Menurut Pontjo Marbagyo, persoalan harga daging dan telur ayam yang naik telah masuk dalam perhatian Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan akan dibahas lebih lanjut di tingkat daerah. Evaluasi ini akan didasarkan pada data distribusi, stok, dan fluktuasi harga pakan ternak.
"Pemerintah akan mengambil tindakan untuk menstabilkan harga, jika diperlukan," tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa upaya stabilisasi akan dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi, termasuk Dinas Ketahanan Pangan dan distributor bahan pangan.
Ririn Rofiah (46), pedagang di Pasar Kliwon Temanggung, mengonfirmasi kenaikan harga tersebut. Menurutnya, harga daging ayam kini berada di kisaran Rp 37.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.
"Kenaikan harga ini sekitar satu minggu terakhir. Pedagang tidak tahu penyebab pastinya, tapi kemungkinan dipengaruhi juga oleh program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena penjualan jadi lebih sepi," ujar Ririn.
Pedagang lain, Ana (35), mengatakan bahwa kenaikan harga telah menurunkan omset harian mereka. Ia berharap ada campur tangan dari pemerintah daerah agar harga kembali stabil dan daya beli masyarakat meningkat.
"Untuk stok masih tersedia, tetapi harga naik terus. Pembeli banyak mengeluh," katanya.
Seiring harga daging dan telur ayam yang naik, keluhan juga datang dari kalangan konsumen. Khotimah (52), warga Temanggung, mengatakan bahwa harga saat ini cukup memberatkan, terutama bagi pedagang kecil yang juga membeli dalam jumlah terbatas.
"Harga daging ayam sudah tinggi dan nyaris tidak terjangkau, apalagi untuk pedagang pengecer seperti kami," ujarnya.
Ia berharap pemerintah segera mengendalikan harga sebelum berdampak lebih luas ke sektor usaha mikro.
Ahmad Sugiarto (43), pedagang sembako, juga menyampaikan bahwa kenaikan harga telur terasa cukup cepat dalam beberapa hari terakhir.
"Kenaikan bertahap, sekarang sudah Rp 28.000 per kilogram. Stoknya aman, tapi harga membuat pembeli menurun," kata Ahmad.