PURWOREJO — Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan pembinaan balap sepeda yang digelar oleh Pengurus Provinsi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (Pengprov ISSI) Jawa Tengah.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat 24–26 September 2025 tersebut digelar dengan pusat kegiatan di Gedung Layanan Perpustakaan Umum Kabupaten Purworejo.
Kegiatan pembinaan balap sepeda ini diawali dengan training course untuk coach (pelatih) dan commissaire (wasit teknis), yang diikuti oleh 43 peserta dari 17 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Kegiatan pelatihan coach dan commissaire merupakan bagian dari program jangka panjang Pengprov ISSI Jawa Tengah dalam memperkuat ekosistem pembinaan balap sepeda di tingkat daerah.
Sekretaris Umum Pengprov ISSI Jateng, Stephanus Aan Isa Nugroho menyampaikan, bahwa keberadaan pelatih dan wasit bersertifikat sangat dibutuhkan untuk pembinaan berjenjang.
"Dengan adanya coach dan commissaire di tiap kabupaten/kota, diharapkan pola pembinaan atlet bisa lebih sistematis dan berkelanjutan. Target akhirnya adalah peningkatan prestasi balap sepeda Jawa Tengah," ujar Aan.
Selain memperluas jaringan pelatih dan wasit balap sepeda, program ini juga bertujuan memastikan bahwa setiap daerah memiliki sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dalam mendukung perkembangan atlet dari tingkat dasar hingga profesional.
Stephanus Aan menambahkan, dalam beberapa tahun terakhir, balap sepeda Indonesia mengalami kemajuan yang cukup pesat. Beberapa atlet nasional telah berhasil meraih podium di ajang internasional, baik di Asia maupun dunia.
"Ini menjadi indikator positif bahwa pembinaan balap sepeda mulai menunjukkan hasil. Tugas kita sekarang adalah memperkuat basisnya di daerah," katanya.
Dia juga menyebut bahwa dukungan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi krusial untuk memajukan olahraga balap sepeda. Fasilitas latihan yang memadai, kompetisi rutin, serta pelatih dan wasit yang tersertifikasi menjadi komponen penting dalam sistem pembinaan berkelanjutan.
Melalui kegiatan pembinaan balap sepeda yang digelar di Purworejo ini, ISSI Jawa Tengah menegaskan komitmennya dalam memperkuat infrastruktur SDM olahraga sepeda di daerah. Dengan pendekatan yang terstruktur, diharapkan muncul atlet-atlet balap sepeda berprestasi dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
"Kami percaya, dengan pelatih dan wasit yang mumpuni, prestasi atlet akan ikut terangkat. Ini investasi jangka panjang bagi masa depan olahraga balap sepeda," ujar Aan.
Dalam pelaksanaan pembinaan balap sepeda tersebut, hadir pula Kabid Commissaire PB ISSI, Pratomo Setyadi, yang menjadi salah satu narasumber pelatihan.
Pratomo menekankan pentingnya standarisasi teknis dan etika dalam penyelenggaraan lomba balap sepeda, agar dapat selaras dengan regulasi nasional dan internasional.
"Kualitas perlombaan akan sangat dipengaruhi oleh kesiapan panitia teknis, termasuk para commissaire. Karena itu pelatihan ini penting sebagai pondasi awal pembinaan balap sepeda yang berorientasi pada prestasi," jelasnya.