Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Hadapi Era Digital, Wabup Purworejo Ajak Mahasiswa Baru UMPWR Tingkatkan Kompetensibdan Integritas

Wabup Purworejo Dion Agasi dorong mahasiswa UMPWR perkuat kompetensi
relasi
dan integritas untuk hadapi tantangan era digital.

PURWOREJO — Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, mengajak mahasiswa baru untuk memperkuat kompetensi, membangun relasi, dan menjaga integritas sebagai bekal menghadapi dinamika era digital. Seruan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPWR).


Kegiatan ini diikuti oleh 1.132 mahasiswa baru dan berlangsung di Auditorium Kasman Singodimejo, kampus UMPWR, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.


"Ketika kuliah kita harus memperkuat mindset, yaitu mencari kompetensi dan relasi. Kompetensi menjadi penting karena perubahan dunia berjalan begitu cepat. Kita dituntut untuk berpikir kritis agar mampu beradaptasi dan bertahan menghadapi berbagai tantangan," katanya.


Menurut Dion, kompetensi mahasiswa tidak bisa dipisahkan dari kemampuan berpikir kritis dan literasi digital, terutama dalam menghadapi fenomena yang ia sebut sebagai neocortex warfare. Istilah tersebut merujuk pada peperangan ide dan persepsi melalui media sosial, tanpa melibatkan kekerasan fisik.


"Hari ini kita memasuki era neocortex warfare, yaitu perang gagasan dan pemikiran. Di media sosial, kebenaran sering kali hanya berdasarkan persepsi. Mahasiswa harus berpikir kritis untuk membedakan mana informasi yang benar, salah, atau bahkan palsu," jelasnya.


Pernyataan ini menjadi refleksi atas meningkatnya disinformasi dan polarisasi opini di media sosial, yang kerap mempengaruhi keputusan publik, termasuk di kalangan terdidik seperti mahasiswa.

Dion juga menyoroti bahwa Indonesia saat ini tidak kekurangan sumber daya manusia yang cerdas, tetapi masih menghadapi defisit dalam hal integritas mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa pendidikan tinggi bukan hanya soal mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), tetapi juga pembentukan karakter.


"Negara kita tidak kekurangan orang pintar. Yang kita butuhkan adalah lebih banyak orang yang berintegritas," kata Dion.


Dengan demikian, integritas mahasiswa menjadi aspek penting dalam membangun masyarakat yang sehat secara sosial dan politik, khususnya di masa depan ketika para mahasiswa ini menjadi bagian dari pengambil kebijakan maupun sektor profesional.


Dion mendorong agar masa kuliah tidak hanya dipandang sebagai fase akademik, tetapi juga sebagai periode penting dalam pengembangan diri secara menyeluruh. Tiga pilar utama yang ia tekankan adalah: kompetensi, relasi, dan integritas.


"Jadikan masa kuliah sebagai ruang untuk mengasah kemampuan, memperluas jaringan, dan membentuk nilai-nilai yang akan menjadi bekal utama dalam hidup," tambahnya.


Ia juga menyampaikan bahwa tantangan global menuntut generasi muda untuk memiliki keunggulan kompetitif yang lebih dari sekadar gelar akademik.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube