Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Gubernur Jateng Ahmad Lutfi Kunjungi Panti Disabilitas Netra

KUNJUNGAN - Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat mengunjung Panti Sensorik Netra Penganthi di Kabupaten Temanggung. (dok./disway jateng)

Temanggung — TEMANGGUNG — Penghuni Panti Sensorik Netra Penganthi di Kabupaten Temanggung menunjukkan wajah-wajah penuh optimisme dan kebahagiaan saat dikunjungi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Selasa, 15 Juli 2025.


Keterbatasan penglihatan tak menyurutkan semangat mereka untuk mandiri dan bangkit menjalani hidup.


Kunjungan Gubernur Luthfi dilakukan di sela agenda kerja di Temanggung. Ia ingin memastikan layanan dan pembinaan bagi penyandang disabilitas netra di panti tersebut berjalan optimal. Ia juga menyempatkan berdialog langsung dengan para penghuni.


"Darimana asalnya?" tanya Luthfi kepada Muh Nur Farid, penghuni asal Wonosobo yang sedang praktik memijat. Farid awalnya tak menyadari bahwa yang bertanya adalah Gubernur. Setelah diberi tahu petugas, ia langsung tersenyum lebar dan meminta berfoto.


"Oo, Pak Gubernur. Minta foto, Pak. Saya sudah tiga tahun di sini. Orang tua sudah sepuh, jadi jarang ke sini. Sampun cekap (sudah cukup), senang banyak temannya," kata Farid.


Setelah dari ruang praktik pijat, Luthfi menyapa penghuni lain yang sedang belajar membaca dan mengaji dengan alat bantu braille. Salah satunya, Arista (21) asal Magelang, menyampaikan rasa syukurnya tinggal di panti.


"Terima kasih Pak Gubernur sudah datang dan menjenguk kami. Kekurangan bukan alasan untuk menyerah, tapi untuk bangkit," ujar Arista.

Gubernur Luthfi mengaku senang melihat suasana panti yang hangat dan penuh semangat. Meski masih ada fasilitas yang perlu ditingkatkan, ia menilai penghuninya merasa dihargai dan merasakan kehadiran negara.


"Penghuni saya tanya satu per satu, mereka senang, bangga, dan merasa diperhatikan. Ini keluarga besar. Panti-panti di Jawa Tengah akan terus kita rawat," ujarnya.


Luthfi menyebut, pada 2025 terdapat 57 panti di Jawa Tengah yang akan menerima bantuan pemerintah senilai hampir Rp23 miliar. Total penghuninya mencapai sekitar 6.470 orang. Khusus Panti Penganthi, saat ini menampung 62 penghuni, terdiri atas 50 laki-laki dan 12 perempuan, dengan rincian 43 penyandang total blind dan 19 low vision.


"Saya minta dinas mencari lebih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan. Negara harus hadir untuk mereka yang memiliki keterbatasan," tegasnya.


Di panti, para penyandang disabilitas diberi berbagai pelatihan agar dapat hidup mandiri. Mulai dari pelatihan berjalan dengan tongkat, membuat kerajinan, memijat, hingga berkesenian.


"Mereka harus siap pakai. Minimal bisa mandiri, mengurus diri sendiri, tidak menjadi beban keluarga atau masyarakat, dan punya semangat hidup," pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube