Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Pemprov Jateng Gelar Gerakan Pangan Murah di 10 Daerah

MURAH - Suasana pasar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemprov Jateng di Halaman Kantor Desa Karanggedong Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung
Selasa 15 Juli 2025

Temanggung — TEMANGGUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai kabupaten/kota untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta mengendalikan inflasi. Dalam sepekan ini, program tersebut digelar di 10 daerah.


Salah satunya berlangsung di Halaman Kantor Desa Karanggedong, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Selasa 15 Juli 2025.


Sejak pukul 08.00 pagi, masyarakat sudah memadati lokasi untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, hingga sayuran dengan harga lebih murah dari pasaran.


Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, turut meninjau langsung pelaksanaan GPM di lokasi tersebut.


Ririn, warga Karanggedong, mengaku senang karena bisa berhemat dari pembelian sembako di GPM.


Ia membeli beras seharga Rp11.000 per kilogram, lebih murah dari harga pasar sekitar Rp15.500.


Minyak goreng dijual Rp14.000 per liter (harga pasar Rp18.000) dan gula Rp14.000 per kg (harga pasar Rp17.000).


“Lumayan bisa ngirit buat beli sayur. Ini sangat membantu, apalagi anak-anak mau masuk sekolah,” ujarnya.


Senada, Tuminah, warga lainnya, merasa terbantu dengan adanya GPM.

“Terima kasih Bapak Gubernur. Senang sekali ada sembako murah. Saya tidak punya sawah, jadi kebutuhan pokok sangat terasa. Semoga tiap bulan ada lagi,” ucap ibu rumah tangga yang juga berjualan nasi tersebut.


Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, GPM digelar di daerah-daerah dengan tingkat inflasi tinggi, bekerja sama dengan BUMD PT Jawa Tengah Argo Berdikari (JTAB) dan Bulog.


“Ini bagian dari intervensi pemerintah terhadap harga bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula agar tetap terjangkau,” katanya.


Direktur Utama PT JTAB, Totok Agus Siswanto, menyampaikan bahwa pihaknya menggelar GPM di 10 kabupaten/kota dalam satu pekan ini, yakni Temanggung, Blora, Jepara, Kudus, Pekalongan, Sukoharjo, Rembang, serta Kota Pekalongan, Salatiga, dan Semarang.


“Ini sudah lokasi kelima. Kami fokus ke daerah dengan inflasi tinggi. Dalam sebulan, sesuai arahan Gubernur, akan dilakukan operasi pasar di berbagai titik,” terangnya.


Komoditas yang dijual diambil langsung dari Gapoktan-Gapoktan di Jawa Tengah untuk memangkas rantai distribusi dan menekan harga.


“Untuk gula dan minyak goreng kami ambil dari PT, sedangkan beras dari Bulog. Pemerintah juga memberi subsidi transportasi,” ujar Totok.


Di GPM Temanggung, disediakan 100 ton beras, 2.000 liter minyak goreng, 400 kg gula pasir, 600 kg telur, 200 kg bawang merah, 200 kg bawang putih, serta 50 kg cabai dan sayuran lainnya.


“Perbandingan harga, gula pasir di luar bisa Rp17.000 per kg, di sini hanya Rp14.000. Beras kami jual Rp11.000 per kg dan minyak goreng Rp14.000. Operasi pasar ini diharapkan mampu menekan harga bahan pokok di pasar,” pungkasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube