Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Gratis Biaya, Sekolah Rakyat Tingkat SMA di Wonosobo Resmi Beroperasi

Bupati Wonosobo
Afif Nurhidayat meresmikan Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 35 Wonosobo

Wonosobo — Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 35 Wonosobo resmi diluncurkan pada Jumat, (15/08/2025). Peresmian berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Wonosobo, Kecamatan Kertek. Ini adalah angkatan perdana dengan 100 siswa yang sekaligus memulai masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).


Kehadiran SRMA 35 ditujukan sebagai solusi atas masalah klasik di daerah, yaitu anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. Pendidikan di sekolah rakyat ini diberikan secara gratis.


Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat menyampaikan, bahwa sekolah ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Kementerian Sosial. Menurutnya, SRMA 35 adalah bentuk kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan bagi kelompok yang paling rentan secara ekonomi.


"Sekalipun masih di BLK, kita sudah memulai tahap awal. Tahun depan akan menerima murid baru, dan kalau tetap di sini, tentu tidak akan cukup. Mau tidak mau, pemerintah daerah harus menyiapkan tempat yang lebih representatif," kata Afif.


Meski saat ini menempati gedung BLK secara sementara, SRMA 35 Wonosobo telah dilengkapi asrama berfasilitas lengkap. Asrama terdiri dari 16 kamar dengan delapan kamar di lantai bawah untuk siswa perempuan dan delapan di lantai atas untuk siswa laki-laki.


Setiap kamar diisi delapan siswa dan diawasi oleh pamong. Kamar mandi dalam dan meja belajar tersedia di setiap ruangan. Bupati menyebut fasilitas ini 'top markotop' karena langsung bisa digunakan meski bersifat sementara.


"Fasilitasnya komplit. Ada kamar mandi, meja belajar, dan sistem pemisahan tempat tinggal putra-putri," ujar Afif.


Afif mencontohkan seorang siswa bernama Kori dari Sukoharjo. Sebelum masuk SRMA 35, Kori sempat terancam tidak bisa melanjutkan pendidikan karena tidak mampu membeli perlengkapan sekolah. Sekarang, ia tak hanya mendapat tempat belajar, tapi juga asrama, perlengkapan, serta akses pendidikan tanpa pungutan biaya.

"Anak-anak ini tidak kita suruh daftar. Pemerintah yang datang, mendata, lalu mendaftarkan mereka. Kita pastikan mereka tetap bisa sekolah dan memiliki masa depan," tegas Afif.


Menurutnya, SRMA 35 Wonosobo tidak hanya dirancang sebagai solusi jangka pendek. Pemerintah daerah berencana membangun kompleks sekolah permanen di atas lahan seluas 8 hektare, yang kelak akan mencakup jenjang pendidikan dari SD hingga SLTA.


"Pembangunan ini akan melibatkan Kementerian PUPR dan terus dikawal oleh Kemensos. Beberapa lokasi sudah diajukan sebagai alternatif, termasuk di wilayah Leksono. Saat ini, tim masih melakukan verifikasi kelayakan lokasi," jelasnya.


Sementara itu, Kepala Sekolah SRMA 35 Anik Wulandari Permana menjelaskan, bahwa kegiatan belajar mengajar tidak hanya dilakukan di ruang kelas formal, tetapi juga di lingkungan asrama.


Kurikulum asrama dirancang untuk melatih kemandirian siswa, mulai dari pengelolaan diri, keterampilan hidup sehari-hari, hingga pengaturan penggunaan perangkat digital. Sistem screen time diterapkan ketat. Siswa hanya diperbolehkan pulang tiga kali dalam setahun di akhir semester ganjil, semester genap, dan saat hari raya.


Yang membedakan SRMA 35 dari sekolah menengah pada umumnya adalah sistem penerimaan siswa. Pemerintah tidak membuka pendaftaran umum, melainkan mendaftarkan langsung anak-anak dari keluarga miskin berdasarkan data Desil 1 atau kategori ekonomi terendah dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).


"Proses verifikasi juga dilakukan secara berlapis berlapis, yaitu mulai dari dinas sosial, kepala desa, hingga evaluasi akhir oleh Kementerian Sosial. Ini dilakukan agar bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran," tegasnya.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube