Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Fenomena Alam Bediding, Suhu di Kota Magelang Tambah Dingin

IKON - Suhu di Kota Magelang diprediksi akan bertambah dingin
akibat fenomena alam bediding hingga Agustus nanti.

Magelang — Suhu dingin akibat berlangsungnya fenomena alam bediding kembali menyelimuti Kota Magelang. Kondisi ini sudah mulai terasa sejak awal Juli dan diprediksi berakhir akhir Agustus nanti.


Tidak seperti biasanya, pada malam hari rata-rata suhu udaranya tercatat antara 16–18 derajat Celsius. Hal itu dirasakan warga yang tinggal di dataran rendah, seperti Kota Magelang, Kecamatan Bandongan, Mungkid, Secang, dan Mertoyudan.


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Semarang menyebut fenomena ini merupakan dampak dari pergerakan monsun dingin Australia. Pergerakan itu membawa massa udara kering dan dingin melintasi wilayah Indonesia, terutama di Pulau Jawa, selama musim kemarau.


"Fenomena udara dingin atau bediding ini merupakan gejala rutin musim kemarau dan diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Agustus," kata Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, melalui situs resminya dikutip, Jumat, 11 Juli 2025.


Bediding terjadi karena langit pada malam hari cenderung cerah tanpa tutupan awan, sehingga panas yang diserap bumi di siang hari langsung terlepas ke atmosfer.


Rendahnya kelembapan udara juga menjadi faktor yang memperkuat efek pendinginan tersebut.


Data prakiraan cuaca BMKG periode 11-17 Juli 2025 menunjukkan suhu minimum harian di Magelang berkisar antara 16 hingga 20 derajat Celsius.

Sementara suhu maksimum siang hari mencapai 28–30 derajat Celsius.


Puncak suhu dingin diperkirakan terjadi pada pertengahan Juli hingga awal Agustus. Dampak fenomena ini mulai dirasakan masyarakat.


Beberapa warga mengeluhkan peningkatan kasus gangguan saluran pernapasan ringan, terutama di kalangan anak-anak dan lansia.


Di sisi lain, sejumlah sekolah memperbolehkan siswa mengenakan jaket saat mengikuti kegiatan belajar.


BMKG mengimbau masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat, minum air yang cukup, mengenakan pakaian hangat, serta menjaga pola tidur dan aktivitas fisik secara teratur.


Meski udara dingin tidak menurunkan kadar oksigen, namun suhu dingin rupanya bisa mempersempit saluran pernapasan yang dapt memicu rasa sesak, terutama pada penderita asma atau gangguan paru.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube