Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

38 Negara Ikut Borobudur Marathon, Perputaran Ekonomi Diperkirakan Tembus Rp 73 M

konferensi pers Borobudur Marathon 2025 di Hotel Artos
Kabupaten Magelang
Sabtu (15/11/2025) sore. Foto : dok

Magelang — Ajang Bank Jateng Borobudur Marathon 2025 akan digelar pada Ahad, 15 November 2025. Sebanyak 11.500 pelari dari 38 negara tercatat siap ambil bagian dalam Borobudur Marathon lomba lari bertaraf internasional yang tahun ini menyandang predikat Elite Label dari World Athletics.


Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan jumlah peserta meningkat 1.000 orang dibandingkan 2024 yang diikuti 10.500 pelari.


Dengan kenaikan itu, perputaran ekonomi tahun ini diperkirakan melampaui Rp 73,9 miliar, capaian pada penyelenggaraan 2024.


“Kita ingin mendorong lebih besar perputaran ekonomi yang tumbuh di kawasan,” ujarnya dalam konferensi pers Borobudur Marathon di Hotel Artos, Kabupaten Magelang, Sabtu (15/11/2025) sore.


Perkiraan tersebut merujuk data tren perputaran ekonomi sejak Borobudur Marathon pertama digelar.


Pada 2017 tercatat Rp 1,5 miliar, kemudian melonjak menjadi Rp 26,5 miliar pada 2018, dan Rp 30,5 miliar pada 2019.


Sementara 2023 mencatat Rp 61,6 miliar dan 2024 meningkat menjadi Rp 73,9 miliar.


“Harapan kami, tahun 2025 dapat meningkat jauh lebih tinggi karena partisipasi juga naik,” kata Sumarno.


Meski demikian, peningkatan perputaran ekonomi masih menghadapi tantangan, terutama terkait durasi menginap wisatawan di Kabupaten Magelang.


Idealnya, masa tinggal peserta dan wisatawan dapat mencapai setidaknya tiga hari. Karena itu, evaluasi dilakukan pada setiap penyelenggaraan.

“Kita sangat berharap dampak ekonomi ini dapat dirasakan langsung oleh teman-teman UMKM,” ujarnya.


Sumarno menambahkan, konsumsi menjadi salah satu penopang utama ekonomi Jawa Tengah, dan UMKM berperan signifikan di dalamnya.


Bahkan saat pandemi Covid-19, UMKM menjadi sektor yang paling mampu bertahan.


Ia menegaskan, pengembangan sport tourism terus digarap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengungkit ekonomi daerah.


Hal itu memerlukan dukungan dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan.


Pemimpin Redaksi Harian Kompas sekaligus penyelenggara, Haryo Damardono, mengatakan sembilan tahun penyelenggaraan Borobudur Marathon telah melahirkan ribuan kisah tentang semangat, perjuangan, dan kebersamaan yang tumbuh di lintasan maupun di hati masyarakat Jawa Tengah.


“Tahun ini kami mengusung tema ‘Stride to Glory’ sebagai ajakan untuk merayakan setiap langkah menuju kejayaan yang lahir dari kerja sama, konsistensi, serta cinta terhadap Magelang dan Jawa Tengah,” ujarnya.


Ketua Yayasan Borobudur Marathon, Liem Chie Ahn, menambahkan, menjelang satu dekade penyelenggaraan, ajang ini telah bermetamorfosis menjadi gerakan kebersamaan seluruh elemen yang terlibat, termasuk masyarakat.


Semua tumbuh bersama, saling menguatkan, dan turut mengharumkan nama Magelang serta Jawa Tengah.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube