Magelang — Pemerintah Kota Magelang mencatat sebanyak 3.364 kepala keluarga di Kota Magelang belum punya rumah, termasuk 588 di antaranya merupakan aparatur sipil negara (ASN). Data Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) hingga akhir 2024 juga menunjukkan masih ada 1.409 rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah tersebut.
Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono mengatakan, bahwa pemenuhan kebutuhan rumah layak huni menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Upaya ini diwujudkan melalui program Hunian Nyaman, yang membuka akses kepemilikan rumah bersubsidi dengan cicilan ringan lewat skema KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
"Program ini bukan bantuan sosial, melainkan pemberian akses lebih mudah agar masyarakat dan ASN dapat memiliki rumah yang layak dan sehat dengan pembiayaan bersubsidi," ujar Damar dalam sosialisasi program di Pendopo Pengabdian, Selasa (21/10/2025).
Menurut Damar, memiliki rumah layak huni merupakan bentuk keteladanan ASN dalam kehidupan bermasyarakat. ASN yang hidup tertib dan menjaga lingkungannya mencerminkan wajah pemerintah yang profesional.
Langkah ini juga menjadi bagian dari turunan program nasional 3 Juta Rumah dan program provinsi 1 Rumah 1 KK, yang menargetkan kepemilikan rumah bagi seluruh keluarga Indonesia.
Kepala Disperkim Kota Magelang Bowo Adrianto menjelaskan bahwa program Hunian Nyaman secara khusus ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan ASN dengan penghasilan maksimal Rp8,5 juta per bulan.
"Melalui KPR FLPP, calon pembeli bisa memperoleh rumah seharga maksimal Rp166 juta dengan bunga rendah dan bantuan uang muka Rp4 juta," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkot Magelang juga menyerahkan 138 unit rumah layak huni yang rampung dibangun pada September 2025. Pembangunan tersebut berasal dari dana APBD sebesar Rp2,07 miliar dan dikerjakan bersama Kodim 0705/Magelang.
Program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni ini dikemas dengan pendekatan lokal bertajuk Aladin Sedap Dua Pres, singkatan dari Alas, Lantai, Dinding, Sanitasi, Dapur, Dua Bilik.
"Yang diperbaiki bukan hanya struktur utama rumah, tetapi juga sanitasi dan dapur agar rumah benar-benar sehat untuk ditinggali," ujar Bowo.
Sebagai dukungan tambahan bagi 3.364 kepala keluarga di Kota Magelang yang belum punya rumah, Disperkim juga mengembangkan program pendamping, seperti Semu Sarusun (Sewa Murah Satuan Rusun) bagi masyarakat berpenghasilan rendah, serta Telomas (Tuku Lemah Oleh Omah) untuk pembangunan rumah di lahan milik pemerintah.
Momentum sosialisasi tersebut sekaligus menjadi peluncuran website Hunian Nyaman, portal digital baru yang menyediakan informasi program perumahan di Kota Magelang. Melalui laman ini, masyarakat dapat mengakses data pembangunan, berkonsultasi desain rumah, hingga memantau progres program perumahan secara daring dan gratis.
Dengan langkah-langkah ini, Pemerintah Kota Magelang menargetkan penurunan jumlah 3.364 kepala keluarga di Kota Magelang yang belum memiliki rumah, sekaligus mempercepat realisasi hunian layak bagi seluruh warga kota.