Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Viral Penari Dolalak Joget di Peringatan Maulid Nabi, Begini Kata Panitia

VIRAL - Tangkapan layar video viral penari dolalak. (@garenkatir)

Wonosobo — Video penari Dolalak yang ditampilkan dalam peringatan Maulid Nabi di Wonosobo menjadi viral. Video tersebut diunggah oleh akun @garenkatjr dan menunjukkan suasana acara yang digelar di Desa Mutisari, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah pada, 9 September 2025.


Panitia telah memberikan klarifikasi dan meminta maaf, menyatakan bahwa terdapat kelalaian teknis tanpa adanya niat untuk menistakan agama.


Dalam video singkat tersebut, tampak para penari perempuan sedang berjoget di atas panggung dengan latar belakang spanduk yang bertuliskan “Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah.” Selain itu, beberapa penonton pria juga terlihat naik ke panggung sambil berjoget dan memberikan saweran uang kepada para penari.


Menanggapi viralnya video ini, salah satu panitia acara, Soli, mengonfirmasi bahwa memang ada penampilan seni Dolalak setelah pengajian dalam rangka peringatan Maulid Nabi. Namun, ia menegaskan bahwa kedua kegiatan tersebut dilaksanakan pada waktu yang berbeda meskipun masih dalam hari yang sama.


“Di hadapan seluruh masyarakat Indonesia, kami selaku panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ingin memberikan klarifikasi terkait video yang beredar,” ungkap Soli.

Dalam video di Instagram, ia menjelaskan bahwa di Desa Mutisari sudah menjadi tradisi bahwa setelah pengajian Maulid Nabi, acara biasanya dilanjutkan dengan kegiatan merti dusun serta pagelaran seni budaya lokal, salah satunya adalah tarian Dolalak.


“Ini sudah menjadi tradisi di wilayah kami, setiap acara pengajian selalu diikuti dengan acara merti dusun dan pagelaran seni budaya lokal yang ada di Desa Mutisari,” ujarnya.


Panitia mengakui adanya kesalahan dalam pelaksanaan acara. Spanduk peringatan Maulid Nabi yang terpasang saat pengajian seharusnya dilepas ketika memasuki acara hiburan, namun hal tersebut terlewatkan.


“Kesalahan kami adalah lupa untuk melepas banner pengajian pada siang hari setelah acara selesai. Kami tegaskan, tidak ada niat sedikitpun untuk melecehkan atau menistakan agama,” kata Soli.


“Jika hal ini dianggap salah, kami atas nama masyarakat Desa Mutisari dan panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia,” tegasnya.