Logo Logo
About Us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam.

Read More

Address: 301 The Greenhouse London,
E2 8DY UK

Phone: 820-885-3321

Email: support@domain.com

Viral Penangkapan Pendemo di Resto Mie Gacoan, Polisi Buka Suara

TEGAL — Banyak video yang beredar mengenai polisi yang mengamankan para pendemo akibat insiden kericuhan saat demonstrasi di gedung DPR, Jakarta Pusat (Jakpus), pada hari Senin (15/8).


Salah satu video tersebut menunjukkan penangkapan pendemo di tempat makan Mie Gacoan yang terletak di kawasan KS Tubun, Jakpus.


Dalam video dan narasi yang diunggah di akun Instagram @lbj_jakarta, penangkapan para pendemo ini berubah menjadi keributan ketika polisi memasuki tempat makan tersebut dan melakukan penangkapan.


Ketika pendemo ditangkap, mereka hanya bisa tertunduk. Polisi sempat dihadang oleh beberapa pegawai Mie Gacoan serta pengunjung saat akan membawa keluar para pendemo.


Terjadi cekcok karena mereka menilai tindakan polisi bersikap kasar.


Dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, penangkapan tersebut dibenarkan.


Para pendemo ditangkap karena diduga melakukan perusakan terhadap fasilitas umum dan menyerang aparat kepolisian.

"Itu adalah orang-orang yang diduga melakukan aksi pengrusakan secara masif, melawan petugas, serta melakukan pengrusakan fasum (fasilitas umum). Sebelumnya, petugas sudah melakukan pendorongan, akhirnya mereka melarikan diri ke sana (Mie Gacoan), kemudian diamankan," ujar Ade di Polda Metro Jaya pada hari Selasa (26/8/2025), mengutip ERA.ID.


Namun, ia tidak merinci jumlah pendemo yang ditangkap di tempat makan tersebut. Mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan ini hanya menyebutkan bahwa total pendemo yang ditangkap berjumlah 351 orang.


Dari total 351 orang tersebut, 196 di antaranya adalah anak di bawah 18 tahun. Mereka semua menjalani tes urine, dan hasilnya menunjukkan bahwa tujuh orang positif narkoba. Rinciannya, enam orang positif menggunakan narkotika jenis sabu, sedangkan satu orang lainnya terdeteksi menggunakan benzodiazepine.


"(Tujuh) orang ini semuanya dewasa," jelasnya.


Wadirreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Putu Kholis, menambahkan bahwa 155 orang dewasa yang ditangkap masih dalam pemeriksaan intensif.


Sementara itu, ratusan anak yang sebelumnya ditangkap tidak ada yang ditetapkan sebagai tersangka dan telah dikembalikan kepada orang tua mereka.

Media Sosial

Facebook
Twitter
Instagram
Youtube